SUARA USU
Film

The 5th Wave : Bencana Buatan Alien yang Memisahkan Kakak Beradik

Penulis : Rizky Fahira

Suara USU, Medan. Film yang bertemakan bencana alam memang tidak pernah lepas dari perhatian penikmat film, terutama penyuka genre fiksi ilmiah. Salah satu referensi film fiksi ilmiah yang layak ditonton adalah The 5th Wave. Para tokoh dalam film ini memainkan perannya dengan sangat baik, sehingga dapat menarik simpati penonton dan penggambaran suasananya yang sangat emosional.

The 5th Wave merupakan adaptasi dari novel pertama trilogi karya Rick Yancey. Filmnya sendiri merupakan karya sutradara J. Blakeson yang dirilis tahun 2016 dan berdurasi 1 jam 52 menit. Film ini diperankan oleh Chloe Grace Moretz yang sudah banyak mendapat penghargaan di kancah Hollywood.

The 5th Wave mengisahkan tentang perjuangan Cassie Sullivan (Chloe Grace Moretz) menyelamatkan adiknya di tengah bencana kiamat rancangan alien. Para alien atau yang disebut The Others berniat menguasai bumi dengan memusnahkan seluruh kehidupan yang ada di bumi. Terdapat lima tahapan serangan, dimulai dari gelombang elektromagnetik yang mematikan listrik di seluruh dunia, tsunami dan banjir bandang yang menyapu bersih setengah isi bumi, virus mematikan, dan terakhir invasi langsung ke manusia.

Bencana ketiga menyebabkan ibu Cassie meninggal dunia. Bencana keempat menewaskan sebagian besar orang dewasa, termasuk ayah Cassie. Para militer membawa anak-anak yang tersisa untuk dijadikan pasukan melawan The Others. Disinilah Cassie dan adiknya terpisah. Cassie berubah menjadi gadis tangguh, ia bertekad mencari adiknya. Dalam perjalanan mencari adiknya, Cassie bertemu dengan Evan Walker (Alex Roe). Evan ingin membantu Cassie menenemukan adiknya, ia mengatakan kepada Cassie bencana ini membuatnya tidak lagi punya rasa kemanusiaan, untuk itulah ia ingin menolong Cassie, membantu mencari adiknya dengan tulus. Evan juga memberitahukan kepada Cassie bahwa The Others juga dapat berwujud seperti mereka, inilah yang dikatakan sebagai serangan keempat.

Hari-hari mereka lewati dengan kewaspadaan terhadap sesama manusia lain, mereka tidak bisa mempercayai siapapun. Sampai dimana ketika Cassie menemukan markas militer tempat anak-anak dikumpulkan. Anak-anak tersebut dilatih menjadi pasukan melawan manusia yang masih tersisa oleh The Others yang menyamar menjadi militer. Ini adalah serangan terakhir, serangan kelima.

Penggambaran dunia setelah kiamat dalam film ini cukup bagus. Plot ceritanya sederhana, sedikit umum, dan mungkin terdapat di film-film lain. Akan tetapi alur, penokohan, dan setting menyatu membuat emosi tersampaikan dengan baik kepada penonton. Plot twist di akhir membuat film ini semakin sempurna. Para tokoh yang bertahan hidup menghadapi berbagai macam rintangan mampu menarik simpati penonton. Pada akhirnya film ini mengajarkan kita tentang pentingnya rasa kemanusiaan pada kondisi sulit sekalipun serta mempercayai dan mengikuti naluri diri sendiri.

Redaktur : Lita Amalia


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Smile, Film Horror Psikologis yang Buat Perasaan Kacau

redaksi

Inang: Kasih Ibu Sepanjang Masa

redaksi

Film Evil Dead Rise, Horor Klasik Penuh Gore Extreme

redaksi