
Reporter: Syafira Sari, Naila Ariyati
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi pada tingkat nasional. Tim Usukepatokrejeki dari Program Studi Kesehatan Masyarakat berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Scientific Paper Competition ENVIFAIR yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).
Tim tersebut beranggotakan Ronny (221000142), Tuti Masni Yanti Hura (221000052), dan Khairina Rambe (221000194). Mereka mengusung karya ilmiah berjudul CLIMATE-HEALTH SENTINEL: Integrasi Big Data Satellite, Jaringan Sensor IoT, dan Digital Footprint untuk Prediksi Nasional Wabah Demam Berdarah Dengue. Karya ini diangkat dari subtema Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3 (Good Health and Well-being) dan nomor 13 (Climate Action).
Ronny menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. “Hanya dalam periode 1 Januari hingga 1 April 2025 tercatat 42.655 kasus. Fakta ini mendorong kami untuk merancang sistem peringatan dini berbasis kecerdasan buatan agar prediksi dan penanganan DBD lebih efektif,” ujarnya.
Persiapan menuju kompetisi dilakukan dengan riset mendalam, penulisan secara kolaboratif, serta latihan intensif menghadapi presentasi. Tantangan terbesar muncul saat babak final karena waktu presentasi hanya lima menit. “Cukup menegangkan, apalagi ini pengalaman pertama kami. Namun dengan latihan berulang dan komunikasi yang solid, semua dapat berjalan lancar,” ungkap Khairina.
Motivasi utama tim adalah mengasah kemampuan menulis karya ilmiah sekaligus mengharumkan nama USU di kancah nasional. Mereka juga menilai kesempatan publikasi karya pada jurnal nasional kesehatan lingkungan global sebagai pencapaian yang sangat berharga.
“Bagi kami, pencapaian ini merupakan bukti bahwa kerja keras dan kekompakan tim tidak sia-sia. Kami sangat bersyukur atas dukungan dosen, teman, dan keluarga yang selalu memberikan semangat,” tutur Tuti.
Selain hasil perlombaan, momen yang paling berkesan bagi tim adalah proses diskusi dan penulisan. Pada tahap tersebut, mereka saling bertukar ide, belajar bersama, dan mempererat solidaritas. Di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), mereka tetap mampu mengatur waktu dengan baik untuk menulis serta berlatih.
Harapannya, Tim Usukepatokrejeki bertekad untuk tetap aktif mengikuti kompetisi ilmiah. Saat ini mereka menunggu pengumuman beberapa lomba lain serta mempersiapkan diri menghadapi babak grand final di salah satu perguruan tinggi negeri pada Oktober mendatang. “Kami berharap dapat memberikan hasil yang lebih baik dan menghasilkan karya yang berdampak nyata,” tambah Ronny.
Tim juga berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak berhenti berusaha. “Jangan cepat merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih. Hal tersebut justru harus menjadi langkah awal untuk berkembang. Teruslah belajar, berproses, dan manfaatkan setiap peluang,” tutupnya.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa USU mampu berkompetisi pada tingkat nasional sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk terus berprestasi di bidang ilmiah maupun bidang lainnya.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment