Reporter: Khairani dan Ines Eliyana
Suara USU, Medan. Selasa (19/11), Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Direktorat Mahasiswa dan Alumni (Ditmawalumni) selesai menggelar acara sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025 di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A., yang menegaskan komitmen universitas dalam mendukung inovasi mahasiswa.
“Anggaran PKM 2025 sebesar Rp1 miliar telah disiapkan untuk mendukung upaya mahasiswa menciptakan gagasan inovatif dan kompetitif,” ujar Dr. Edy dalam sambutannya.
PIMNAS ke-38 yang diadakan tahun 2025 dijadwalkan akan dilaksanakan di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Sebagai tuan rumah sekaligus peraih juara umum PIMNAS sebelumnya, Unhas diharapkan menjadi inspirasi untuk meningkatkan standar kualitas proposal. Dalam acara ini, PKM Center USU mengambil langkah cepat dengan melakukan sosialisasi kepada mahasiswa yang memiliki minat PKM agar menyusun proposal yang unik, relevan, dan berdampak besar, sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing dan diharapkan dapat meningkatkan peringkat USU dalam meraih medali di PIMNAS nanti.
Sesi pertama pukul 10.00 WIB menghadirkan Dr. Apt. Lutfi Chabib, M.Sc., dosen Fakultas Farmasi Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus reviewer nasional PKM dan juri PIMNAS. Dalam pemaparannya, Lutfi menekankan pentingnya memahami panduan yang dirilis oleh Belmawa untuk menyusun proposal yang kuat.
“Judul-judul proposal harus diperiksa dengan teliti, memastikan tidak ada duplikasi dan menilai kelayakan isi proposalnya,” jelasnya. Ia menyarankan mahasiswa menyusun 17–20 judul proposal untuk memperkuat orisinalitas ide. Selain itu, Dr. Lutfi menyoroti isu lokal, seperti bencana alam, yang dinilai memiliki dampak besar jika dikembangkan dalam proposal PKM.
Pemaparan materi kedua dilanjutkan oleh Dr. Rulianda Purnomo Wibowo, S.P., M.Ec., Dekan Fakultas Pertanian USU sekaligus Dosen Pendamping Tim PKM skema RSH yang berhasil masuk PIMNAS ke-37 lalu, dengan membahas strategi lolos pendanaan PKM pada skema Riset Sosial Humaniora (RSH), Pengabdian Masyarakat (PM), dan Kewirausahaan. Rulianda menyoroti pentingnya mengaitkan proposal dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta pemilihan isu yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Sebagai pemateri terakhir, Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc., dosen Biologi FMIPA USU sekaligus reviewer PKM nasional, memberikan strategi penyusunan proposal pada skema Riset Eksakta (RE), Karsa Cipta (KC), dan skema lainnya. Prof. Dwi menyoroti kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa tanpa disadari dan memberikan solusi untuk menghindarinya.
Acara ini menjadi langkah awal yang strategis bagi USU untuk mendukung mahasiswa dalam menciptakan proposal inovatif dan kompetitif, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi PIMNAS di Makassar tahun 2025. Dengan pendampingan intensif dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu penting, mahasiswa diharapkan mampu mengharumkan nama USU pada kompetisi tingkat nasional mendatang.
Redaktur: Yuni Hikmah
Leave a comment