Home Opini Viralitas Jadi Cermin Sosial dalam Menyoroti Etika Publik
Opini

Viralitas Jadi Cermin Sosial dalam Menyoroti Etika Publik

Share

Oleh: Lucy Kezia Simarmata

Suara USU, Medan. Di era digital saat ini, berbagai hal dapat dengan mudah menjadi viral hingga akhirnya menjadi sorotan publik, termasuk perilaku yang kurang beretika yang terjadi di tempat umum. Beberapa waktu lalu, sebuah video yang merekam aksi seorang penumpang pria yang kedapatan merokok menggunakan rokok elektrik (vape) di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia mendadak viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi dalam penerbangan rute Jakarta–Kualanamu pada Rabu, 27 Maret 2025 ini memicu perbincangan hangat mengenai etika di ruang publik.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wimildan, menyampaikan bahwa maskapai nasional Garuda Indonesia sudah menangani dan menindak dengan tegas terkait dengan kejadian tersebut. Ia juga mengatakan bahwa awak pesawat sudah melakukan peneguran sebanyak dua kali kepada penumpang yang kedapatan merokok. Prosedur lainnya pun telah dijalankan, yakni menghubungi Pilot In Command (PIC) untuk menghubungi pihak station dan aviation di Bandara Internasional Kualanamu untuk menindaklanjutinya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Prosedur lainnya pun telah dijalankan sebagaimana mestinya.

Insiden ini mengundang perhatian luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform digital. Banyak warganet mengecam tindakan penumpang tersebut, bahkan tak sedikit yang mengaitkan kasus ini dengan menurunnya kesadaran etika masyarakat di ruang publik. Insiden tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran etika.

Adapun bentuk pelanggaran etika lainnya, seperti menyalakan smartphone atau merokok saat berada di pom bensin, melanggar rambu lalu lintas, berbicara terlalu keras di tempat umum, hingga menghalangi jalur darurat seperti memarkir kendaraan di depan ambulans atau mobil pemadam kebakaran.

Tindakan penumpang yang tetap merokok meski telah ditegur dua kali menunjukkan bentuk egoisme yang membahayakan, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi seluruh awak dan penumpang pesawat. Risiko gangguan sistem hingga potensi kebakaran bisa saja terjadi. Walau hal tersebut tidak sampai terjadi, kualitas udara bersih tetap menjadi hak setiap orang di dalam kabin.

Etika seharusnya menjadi fondasi dalam berperilaku di ruang publik. Ketika etika dilanggar, konflik bisa muncul. Terlebih di era digital, pelanggaran di ruang publik bisa dengan cepat direkam, disebarkan, dan menjadi viral. Konten seperti ini bisa saja sepi, atau justru ramai diperbincangkan, dan menjadi topik viral yang tersebar luas di media sosial.

Viralitas di era digital memungkinkan peristiwa kecil menyebar luas dalam hitungan menit. Video yang diunggah netizen membuka diskusi tentang pentingnya menjaga etika di tempat umum, termasuk di fasilitas transportasi seperti pesawat.

Dalam kasus pelanggaran etika pada penerbangan tadi, tanpa adanya video yang tersebar masyarakat luas tidak akan mengetahuinya. Video yang tersebar bisa membuka diskusi masyarakat mengenai video tersebut di kolom komentar yang berkontribusi positif terhadap pemahaman mengenai penerbangan. Namun, tak jarang juga terdapat kecaman kepada pelaku. Akibatnya, pelaku yang melakukan pelanggaran tidak hanya mendapat sanksi hukum, melainkan juga berupa tekanan sosial.

Meskipun tekanan sosial bisa memberikan efek jera, penting untuk diingat bahwa komentar yang muncul sebaiknya tidak berlebihan. Viralitas bisa menjadi pedang bermata dua, yang memiliki sisi positif dan negatif. Ada kalanya publik menghakimi tanpa mengetahui keseluruhan konteks atau kelanjutan kasus. Akibatnya, bukan hanya pelaku yang terdampak, tetapi juga reputasi institusi yang sebenarnya telah bertindak sesuai prosedur.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana viralitas bisa membentuk persepsi masyarakat dan menegakkan kembali pentingnya etika. Di satu sisi, ini bisa menjadi pembelajaran untuk tidak mengulangi hal tersebut. Namun di sisi lain, kita juga perlu menjaga agar reaksi kita tidak berubah menjadi bentuk hukuman sosial yang berlebihan dan merugikan banyak pihak.

Sebagai masyarakat yang tidak terlepas dari media sosial, juga perlu lebih bijak dalam menyikapi konten viral. Seyogianya tidak hanya terpaku pada satu sumber informasi, tetapi juga harus melihat sudut pandang lain untuk memahami peristiwa secara utuh. Bukan hanya itu, berkaca dari insiden ini, kita semestinya bisa lebih berhati-hati dan menjaga etika saat berada di tempat umum, karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan orang banyak.

Redaktur: Axfeba Saragih

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.