Warning: array_column() expects parameter 1 to be array, null given in /home/decadata/suarausu.or.id/wp-content/plugins/corona-virus-covid-19-banner/includes/orchestrated-corona-virus-banner.php on line 251

Warning: array_search() expects parameter 2 to be array, null given in /home/decadata/suarausu.or.id/wp-content/plugins/corona-virus-covid-19-banner/includes/orchestrated-corona-virus-banner.php on line 251
Adil Tak Adil Bantuan Biaya Pembelajaran Daring USU - SUARA USU
Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
USU News

Adil Tak Adil Bantuan Biaya Pembelajaran Daring USU

(Sumber foto: www.usu.ac.id)

Penulis: Yulia Putri Hadi

SUARA USU, MEDAN. Suara Usu bersama Pijar menyebarkan kuesioner online berjudul “Tanggapan Mahasiswa USU Tentang Surat Edaran Rektor Terkait Bantuan Biaya Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa USU dalam Masa Pandemi Covid-19” yang dijawab oleh 1.218 responden yang berasal dari Jalur SBMPTN, SNMPTN, dan Mandiri.

Berdasarkan hasil kuesioner tersebut, sebesar 157 responden (12,9%) merasa adil dengan keputusan universitas dalam memberi bantuan biaya pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Serta 1.061 responden (87,1%) merasa tidak adil.

Shakina Amanda, mahasiswa mandiri Fakultas Teknik menilai kebijakan yang dibuat pihak universitas sudah tepat. “Dengan adanya bantuan oleh USU ini diharapkan menguragi beban mahasiswa, walaupun tidak semua golongan mahasiswa yang berhak mendapatkannya tapi kita tahu mana yang lebih membutuhkan,” tulisnya pada kolom kuesioner.

Hal serupa disampaikan Parlindungan Harahap, mahasiswa hukum. Ia mengatakan keputusan yang dibuat pihak universitas sudah tepat karena bantuan ini tujukan pada yang membutuhkan yaitu mahasiswa regular yang ada subsidi dari pemerintah. Sedangkan mahasiswa mandiri prinsipnya biaya pendidikan ditanggung sendiri.

“Alasannya sesuai dengan pernyataan rektor dalam percakapan dengan Dimas, mantan Menteri Dalam Negeri Pema,” ujarnya kepada reporter Suara Usu via email.

Di lain sisi banyak responden yang menilai tidak adil. Fahreza, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, menganggap kebijakan itu sangat tidak adil, karena ia melihat banyak teman-temannya yang juga merupakan mahasiswa mandiri namun tidak berasal dari keluarga yang mampu.

“Saya pribadi pastinya merasa kecewa, karena kami mendapatkan fasilitas yang sama dengan kawan-kawan Jalur SNMPTN dan SBMPTN, sedangkan di dalam bantuan ini kami rasanya seperti dianaktirikan. Apakah pihak rektorat berpikir bahwasanya anak mandiri ini semuanya adalah orang-orang yang sangat mampu? Kan tidak,” ungkapnya.

Hingga kini, setelah membaca pernyataan dari rektor, banyak para mahasiswa yang masih berharap akan adanya kebijakan rektor yang baru dengan bentuk yang seadil-adilnya, walaupun adil bukan berarti sama rata sama rasa.


Laporan ini merupakan hasil kolaborasi Suara Usu dan Pijar. Semua hasil wawancara dan data yang didapat reporter Suara Usu dan Pijar digunakan bersama sebagai bahan tulisan.
Reporter Suara Usu yang terlibat dalam liputan ini: Supri Alvin dan Yulia Putri Hadi.

Redaktur: Supri Alvin

0 0 vote
Article Rating

Related posts

Pemilihan Raya USU Ditunda Hingga Semester Depan

REDAKSI

Mahasiswa Koas FKG USU Menuntut Keadilan

REDAKSI

Hadiah Lebaran: Omnibus Law RUU Cilaka

REDAKSI
Subscribe
Notify of
guest
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Farhan Rangkuti
Farhan Rangkuti
9 May, 2020 16:14 PM

Saya ingin mengatakan tidak semua mahasiswa mandiri orang yang dikatakan mampu, masih banyak mahasiswa jalur mandiri usu yang membutuhkan bantuan tersebut, dan jika di survei masih banyak mahasiswa jalur mandiri yg tergolong tidak mampu mereka termasuk saya rela bersekolah mahal mahal demi pendidikan dan membanggakan orang tua kampung, dan sayang nya masih banyak org berpikir bahwa mahasiswa jalur mandiri adalah org kaya padahal cara merek berfikir itu salah

Yulia Putri Hadi
Yulia Putri Hadi
10 May, 2020 14:20 PM

👍

COVID 19

[covid-data]