SUARA USU
Kabar Kampus

Akhir Pekan, Mahasiswa Kedokteran USU Selenggarakan Kajian Kedokteran

Reporter: Fathan Mubina

Suara USU, Medan. Mengusung tema “Jauhi Penyakit Hati, Mari Sucikan Diri”, Forum Studi Kedokteran Mahasiswa Muslim (Foskami) Pema FK USU menyelenggarakan Kajian Kedokteran Foskami Akbar 2023 (KKF).

Minggu (5/11), Foskami mengadakan KKF yang bertempat di Masjid Aceh Sepakat. KKF dimulai pada pukul 7 pagi hingga 11 siang yang melibatkan masyarakat setempat dan juga mahasiswa USU yang berasal dari berbagai fakultas.

Selain dihadiri mahasiswa, Dekanat Fakultas Kedokteran, Wakil Dekan I FK USU  Dr dr Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA, SubSp.U.R.L(K), dan dr. Sufitni selaku pembina Foskami turut meramaikan acara ini.

Acara diawali sambutan oleh Wakil Gubernur Pema FK USU, PLT Ukmi Ad-dakwah USU, dan dr. Sufitni. “Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan Mahasiswa FK yang menyelenggarakan acara ini, terdapat Hadits yang mengatakan terdapat sebuah bagian dari tubuh manusia, apabila itu baik, maka baiklah seluruh badannya, apabila buruk, maka buruklah seluruhnya, itu adalah hati,” ujar Sufitni.

Materi terbagi menjadi dua, materi pertama di isi oleh Dr. dr. Rr. Suzy Indharty, MHA., M.Kes., Sp.BS(K) dan materi kedua oleh Prof. Dr. H. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A dengan materi yang berkesinambungan.

Materi pertama berisi penjelasan secara medis mengenai hubungan penyakit fisik dengan penyakit hati. “Otak memiliki sebuah kemampuan untuk beradaptasi. Apabila sebuah  kebiasaan baik dipupuk setiap hari selama 40 hari, Insyaallah akan konsisten. Begitu juga dengan sebaliknya, apabila kebiasaan buruk dilakukan terus menerus maka akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan buruk itulah yang seringkali membawa malapetaka bagi seseorang,” Jelas Suzy.

Ia menambahkan, “Terdapat hubungan dari 3 organ tubuh yang sangat mempengaruhi satu sama lain, yaitu otak, jantung, dan usus. Maka, jangan sembarangan makan sesuatu apabila makanan  itu tidak baik, karena tubuh akan terpengaruh oleh makanan tersebut.”

Dilanjut pada materi ke dua, Syukri menjelaskan, “Ada 3 macam akal dari sisi tasawuf yaitu akal idealis, akal realis, dan akal pragmatis. Nurani manusia itu selalu mengikuti akal idealis, panduannya ialah hati. Seorang pencuri paling masyhur sekalipun mengetahui bahwa mencuri itu merupakan sebuah kesalahan, namun tetap ia lakukan karena terdapat faktor lain.”

KKF dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sekaligus pengumuman peserta ter-aktif dalam forum. Acara diakhiri doa bersama untuk kemaslahatan umat Muslim, konflik yang terjadi di Palestina, dan keberkahan untuk Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Syukri.

Redaktur: Tamara Ceria Sairo


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

UKM Studi Pedesaan Adakan Open Recruitment, Ini Harapan untuk Calon Anggota Baru

redaksi

Natal Solidas USU 2023, Sebagai Batu Loncatan Dalam Mengenal Tuhan Lebih Dekat

redaksi

#SayNoToPlagiarism, HMA Gelar Seminar Mata Kuliah Umum Konsentrasi

redaksi