Home Tulisan Analisis Program Pemberian Makanan Bergizi bagi Anak yang Terindikasi Stunting oleh PKK di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam
Tulisan

Analisis Program Pemberian Makanan Bergizi bagi Anak yang Terindikasi Stunting oleh PKK di Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam

Share

Oleh: Riska Wika Yanti

Suara USU, Medan. Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia, salah satunya di daerah Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam jangka panjang, dan dapat berdampak pada terganggunya perkembangan fisik, kognitif, hingga menurunnya produktifitas anak di masa depan. Oleh karena itu, penanganan stunting membutuhkan perhatian lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat sekitar.

Menyadari urgensi tersebut, para ibu pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Sekip mengambil langkah inisiatif melalui pelaksanaan program pemberian makanan bergizi secara berkala bagi anak-anak yang terindikasi stunting. Program ini dirancang untuk berjalan selama tiga bulan penuh, sebagai bentuk intervensi gizi yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi komunitas lokal dalam upaya preventif dan kuratif terhadap persoalan gizi buruk di tingkat desa.

Saya berkesempatan mengunjungi Desa Sekip pada Selasa, 3 Juni 2025, untuk menyaksikan langsung pelaksanaan program tersebut. Dalam kunjungan tersebut, saya turut membantu proses persiapan makanan serta mengamati jalannya distribusi kepada anak-anak penerima manfaat. Sebanyak 11 porsi makanan bergizi disiapkan hari itu, dan dikemas secara rapi dalam wadah plastik yang higienis. Menu yang diberikan meliputi nasi, rendang daging sapi, tahu, sayuran, dan buah pepaya, ditambah kolak pisang sebagai hidangan penutup, dengan kombinasi makanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Proses persiapan makanan dilakukan mulai pukul 08.00-10.00 WIB di Kantor Desa Sekip, selanjutnya pendistribusian berlangsung pada pukul 11.00 WIB. Seluruh kegiatan dilakukan oleh para ibu PKK secara sukarela dengan semangat gotong royong yang tinggi. Salah satu di antaranya adalah Ibu Anna, yaitu pengurus di kantor desa yang menyambut saya dengan ramah dan menjelaskan bahwa program ini telah dijalankan secara konsisten sejak awal periode pelaksanaan, dan akan terus berlanjut selama tiga bulan sesuai dengan rencana awal.

Selain berpartisipasi dalam kegiatan gizi, saya juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan anak-anak balita yang bersekolah di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang kebetulan juga memang terletak di kawasan kantor desa tersebut. Sebanyak 10 anak hadir hari itu, tampak rapi dengan seragam mereka. Dalam suasana yang hangat dan menyenangkan, saya mengajak mereka bermain melalui mini games dan sesi tanya jawab sederhana. Respons mereka sangat positif; anak-anak tampak aktif, ceria, dan antusias mengikuti setiap aktivitas yang saya pandu.

Kegiatan ini memberikan pelajaran penting bahwa upaya penanggulangan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi semata. Interaksi sosial, stimulasi emosional, serta keterlibatan komunitas lokal memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pertumbuhan anak secara holistik.

Program yang digagas oleh PKK Desa Sekip ini dapat menjadi contoh praktik baik, yang dapat direplikasi di wilayah lain. Melalui partisipasi masyarakat yang berkelanjutan dan intervensi yang terstruktur seperti program tiga bulan ini, kita dapat membangun fondasi yang kokoh bagi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.