Penulis : Anisa Maharani
Suara USU, Medan. Tentu saja setiap orang pasti pernah memiliki masalah dengan orang lain, entah karena perbedaan pendapat, berselisih paham, atau alasan lainnya. Tiap individu memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyelesaikan permasalahannya tersebut. Namun, di zaman sekarang ini tak jarang pula seseorang menyelesaikan permasalahan dengan cara meng-cut off orang yang bermasalah dengan mereka. Lalu, apa sebenarnya makna dari cut off?
Menurut Cambridge dictonary, cut off artinya titik tetap atau batas di mana sesuatu berhenti, dan kata “cut off” biasanya digunakan untuk menggambarkan kata kerja “memotong” atau “berhenti”. Pada saat ini, cut off sangat sering digunakan dan dikategorikan sebagai bahasa slang atau bahasa gaul. Menurut Macmillan dictionary, cut off artinya berhenti memiliki hubungan dekat atau bersahabat dengan seseorang, dan dalam bahasa gaul berarti memutuskan hubungan pertemanan. Meng-cut off pertemanan berarti seseorang meninggalkan hubungan pertemanan dan tidak lagi berkomunikasi dengan orang tersebut.
Nah, setelah mengetahui definisi dari cut off, manakah yang lebih baik untuk dilakukan apabila kita sedang berselisih dengan teman? Apakah lebih baik untuk membicarakannya baik-baik dahulu atau langsung meng-cut off orang tersebut? Sebenarnya hal ini hanya bisa ditentukan berdasarkan permasalahan apa yang sedang dihadapi dan dengan siapa kita bermasalah.
Tiap pilihan tentu saja memiliki sisi baik dan sisi buruknya. Jika kita memilih untuk meng-cut off teman yang bermasalah, maka permasalahan akan hilang tanpa adanya komunikasi sehingga tidak ada jalan penyelesaian. Padahal, bisa saja yang terjadi hanya kesalahpahaman di antara kedua pihak. Namun, apabila dilihat dari sisi positifnya dengan meng-cut off seseorang yang tak cocok, kita mampu membuat diri sendiri menjadi lebih nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari tanpa perlu menghabiskan banyak energi karena ketidaknyamanan yang kita rasakan dengan seseorang.
Tindakan cut off akan menyebabkan relasi pertemanan semakin menyempit dan hanya menyisakan teman tertentu. Namun, bukan berarti hal tersebut sepenuhnya buruk. Ketika berada di lingkup pertemanan yang lebih kecil, kualitas hubungan pertemanan juga semakin positif dan bermakna. Tindakan meng-cut off seseorang juga tidak mengeluarkan banyak energi dan malah akan meringankan beban yang kita miliki. Secara keseluruhan, meng-cut off bisa dikatakan cukup efisien dalam mengatasi seseorang yang memiliki masalah dengan kita. Tentu saja hal ini dapat dilakukan berdasarkan masalah apa yang dihadapi dan siapa yang dihadapi.
Ada juga beberapa orang yang memilih untuk menyelesaikan masalah dengan cara membicarakannya baik-baik terlebih dahulu. Mengapa? Ada banyak alasannya. Bisa jadi karena orang tersebut lebih mampu memaafkan dan berbesar hati terhadap masalah yang terjadi, serta takut kehilangan teman. Kelebihan dari tindakan ini adalah kita mampu mempertahankan seseorang untuk terus bersama, belajar menjadi seseorang yang sabar dalam menghadapi masalah, belajar untuk menjadi pribadi yang pemaaf, bijak, serta tenang dalam menghadapi perselisihan di kehidupan sosial.
Namun, tentu saja tindakan ini memiliki kekurangan. Tidak semua orang mampu memahami konsep berbicara baik-baik secara empat mata. Terkadang orang yang bermasalah suka membawa pihak ketiga sehingga mampu memperumit keadaan. Tak jarang juga orang yang bermasalah bertindak seolah-olah dia lah korban dari masalah yang terjadi. Hal tersebut dikenal dengan istilah playing victim. Kekurangan lainnya adalah menjadi sulit untuk mempercayai orang yang telah bermasalah dengan kita walaupun segala masalah sudah terselesaikan. Tindakan ini juga sedikit menguras energi karena tetap harus berkomunikasi dengan seseorang yang sudah membuat kita tidak nyaman.
Terlepas dari itu semua, cara setiap individu dalam mengatasi perselisihan pasti berbeda-beda. Dalam hal ini, keduanya tidak ada yang salah. Semua tergantung dengan pribadi dan kenyamanan masing-masing. Jadi bagaimana nih dengan Sobat USU? Lebih pilih cut off atau bicarakan baik-baik?
Redaktur: Duwi Cahya
Leave a comment