SUARA USU
Featured Kuliner

Biji Hitam: Coffee Shop Dengan Suasana Asri Pilihan Tempat Ngobrol Kamu

Oleh : Muhammad Syawal Akbar

Lagi pengen ngopi, tapi bosan sama yang itu-itu aja? Ingin cari suasana yang berbeda untuk sekedar ngobrol dan curhat? Jalan-jalan ke Biji Hitam bisa jadi pilihan kamu.

Biji Hitam adalah sebuah kedai kopi pengusung manual brewing dengan konsep modern  yang didirikan kakak beradik Jaka dan Dika di Berastagi. Mengawali Langkah ke Coffee Shop ini, suasana nostalgia dan hiruk pikuk orang bersendau gurau menjadi teman hangat perjalanan kali ini. Ditambah hawa sejuk kota berastagi menjadi kesan tersendiri ketika kalian menginjakkan kaki ke Biji Hitam. Saat naik ke tangga Terpampang pajangan dengan tulisan “No Wifi, Talk to each other” yang membuat suasana di kedai kopi ini semakin hidup. Biji Hitam terletak di jalan kolam renang, Gundaling I, Berastagi,  tak jauh dari bukit kubu.

Saat kami tanyakan pada salah satu owner biji hitam yang akrab disapa Bang Dika mengenai apa yang menggambarkan Biji Hitam? Dengan jelas dan ringkas bang dika menjawab “Lokal dan Authentic. Dari tempat, suasana yang dibangun jauh dari kata mewah dan modernisasi. Sebenarnya bisa aja dipasang ac pasang tv tapi biji hitam bukan ke arah sana, biji hitam kapanpun akan seperti ini”.

Hal menarik datang dari kanal youtube mereka sendiri yang membagikan resep kopi mereka yang bisa dilihat secara gratis oleh siapa saja. Biji Hitam berprinsip “Ketika kita mau sharing ilmu yang baik, kita juga dapat feedback baik.” Karena semua orang bisa membuat kopi dari resep yang sama tapi tidak dengan rasa yang sama. Jadi jika masih penasaran dengan Biji Hitam silahkan datang langsung dan rasakan keunikan rasa dan authentic spot disini ya. Dalam sebulan kedai ini bisa menghabiskan 200 sampai 500 kg biji kopi yang menandakan biji hitam bukanlah sembarangan kedai yang rasa kopinya biasa-biasa saja.

Minuman kopi favorit yang ada di Biji Hitam adalah Cold White, sebuah kopi susu yang tentu kita tahu banyak kedai kopi punya menu yang satu ini. Namun Cold White? Sangat jarang dijumpai di kebanyakan Coffee Shop, oleh karena itu Cold White yang diracik oleh Biji Hitam tentu saja memiliki keunikan rasanya tersendiri. Banyak orang dari luar daerah yang bahkan rela jauh datang ke Biji Hitam untuk mencobanya. Minuman lain yang menjadi minuman favorit penulis adalah Cold Black. Sebuah minuman kopi yang di fermentasi selama seminggu menghasilkan hint notes apel yang segar di mulut dengan rasa kopi yang unik di akhir tegukan.

Dalam pelayanannya biji hitam mengutamakan konsep dengan atmosfer yang bebas dan tidak kaku bahkan semaksimal mungkin tidak menganggu konsumen, “jujur abang lebih suka kedai kopi itu yang sebebas kita, mau nongkrong rame-rame kakinya naik satu ke kursi, mau ketawa, ga jaimlah” terang Dika. Jadi bagi kalian yang juga ingin mencari tempat ngopi yang asik dan tidak kaku disertai hawa sejuk khas berastagi biji hitam bisa jadi solusi ya.

Pesan dari Bang Dika untuk yang mau memulai membuka kedai kopi yaitu “setidaknya kita tahu dulu yang kita kerjakan, membuat sebuah kedai kopi harus seimbang antara ilmu bisnis dan ilmu kopinya ga bisa hanya idealis dengan satu sisi saja”. Berawal dari keberanian Dika dan Jaka yang memulai membuka kedai kopi, belajar tentang kopi secara otodidak dan memperbanyak jam terbang tentang rasa kopi, hasilnya saat ini mereka berhasil mengumpulkan 10.000 followers aktif di akun Instagram @bijihit4m dan 12.000 subscriber di Kanal youtube Biji Hitam.

Tren Coffee Shop yang sangat meledak beberapa tahun belakangan ini tentunya menjadi hal unik yang kami tanyakan langsung kepada Bang Dika, mengenai apasih strategi mereka tetap bertahan ditengah ledakan Coffee Shop yang sudah sangat bertaburan dimana-mana. “Yang pasti biji hitam selalu aware dengan digital jadi mulai diatasi dengan buat video di ig dan youtube, mulai membangun branding dan manajemen yang baik, juga mengkampanyekan dari awal untuk menghadirkan biji hitam sebagai image nya berastagi. Jadi selama 6 tahun berjalan biji hitam perlahan mulai terdengar Namanya dan mulai mendapatkan kepercayaan sebagai tempat ngopi yang asik dan ngagenin yang ada di berastagi.” Tutur Dika.

Redaktur : M. Wirayudha Azhari Lubis


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ebook vs Buku Cetak : Mana Yang Lebih Menarik?

redaksi

Pintu Doraemon USU: Jalan Tikus Penolong Mahasiswa, Mengapa Berbeda?

redaksi

Memahami Dinamika Keluarga Melalui Buku “Dompet Ayah, Sepatu Ibu”

redaksi