Home Kabar Kampus BPJS Ketenagakerjaan Dorong Generasi Muda Pahami Jaminan Sosial
Kabar Kampus

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Generasi Muda Pahami Jaminan Sosial

Share

Reporter: Muhammad Ar Rofi Nst dan Nazwa Aisyara

Suara USU, Medan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar seminar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Goes to Campus yang bertajuk “Perlindungan Jaminan Sosial Bagi Pekerja Masa Kini” di Aula FISIP USU, Selasa (23/6/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang menghadirkan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan, Jefri Iswanto, S.Sos., M.Si., diikuti oleh mahasiswa, peserta magang, serta pekerja umum guna meningkatkan pemahaman mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini.

Dalam seminar tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh angkatan kerja, baik pekerja formal maupun informal. Edukasi tersebut dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat jaminan sosial dan menganggap perlindungan kerja hanya dibutuhkan ketika seseorang telah memasuki dunia kerja secara tetap.

Jefri menjelaskan bahwa perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki landasan hukum yang jelas dan bersifat wajib. Namun, kesadaran masyarakat untuk memiliki perlindungan kerja masih perlu ditingkatkan.

“Kalau berdasarkan undang-undang, sebenarnya itu sudah wajib. Tetapi kami ingin angkatan kerja masa kini menyadari bahwa ketika bekerja mereka memiliki perlindungan sosial. Baik pekerja formal maupun informal, freelancer, pelaku usaha baru, maupun pencipta lapangan kerja, semuanya membutuhkan perlindungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa iuran yang dibayarkan peserta bukan semata-mata menjadi beban, melainkan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan kembali kepada pekerja sekaligus memberikan perlindungan bagi perusahaan.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga memaparkan berbagai upaya untuk menjangkau pekerja informal yang jumlahnya terus meningkat di era digital. Upaya tersebut dilakukan melalui platform digital, agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai), media sosial, sosialisasi langsung kepada masyarakat, serta program Goes to Campus yang menyasar mahasiswa sebagai calon tenaga kerja.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan juga menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika serta melibatkan kepala lingkungan dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Sosialisasi turut dilakukan melalui rumah ibadah, seperti masjid dan gereja.

Jefri menyebut rendahnya literasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai tantangan terbesar yang dihadapi saat ini.

“Itulah tantangan terbesar kami, yaitu literasi. Karena itu kami menyasar masyarakat pekerja dan calon pekerja, termasuk mahasiswa yang nantinya akan memasuki dunia kerja agar memahami pentingnya perlindungan saat bekerja,” katanya.

Dalam pemaparannya, BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan berbagai manfaat yang dapat diperoleh peserta. Santunan kematian diberikan sebesar Rp42 juta, sedangkan santunan kecelakaan kerja hingga meninggal dunia bagi pekerja bukan penerima upah mencapai Rp70 juta. Selain itu, peserta dapat memperoleh beasiswa pendidikan bagi maksimal dua orang anak dengan total nilai mencapai Rp174 juta.

BPJS Ketenagakerjaan juga menjelaskan bahwa pendaftaran bagi pekerja informal tergolong mudah. Peserta hanya perlu memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), berstatus bekerja, serta membayar iuran secara berkala. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), kantor cabang, agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai), maupun kanal lain yang telah disediakan.

Salah satu peserta seminar, Yehezkiel Varel, menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa, terutama peserta magang yang masih minim informasi mengenai perlindungan kerja.

“Saya baru mengetahui bahwa mahasiswa magang juga mendapat perlindungan. Saat berangkat maupun pulang dari tempat magang, kita ternyata mendapatkan perlindungan. Menurut saya, hal ini penting dipahami sejak masih kuliah,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap mahasiswa yang sedang maupun akan menjalani program magang memiliki kesadaran untuk melindungi diri sejak memasuki lingkungan kerja sehingga pemahaman mengenai jaminan sosial dapat terbentuk lebih awal.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.