
Reporter: Nadira Arfan, Zahra Zaina
Suara USU, Medan. Sabi project menyelenggarakan BumiKita Fest 2025 Green Talkshow pada Rabu (5/6) di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian bumi.
Elizabeth, selaku Project Leader BumiKita Fest 2025, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pencemaran lingkungan saat ini. Ia menekankan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.
Dengan mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Menjaga Bumi,” acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang aktif dalam isu lingkungan, antara lain Indra B. Harahap, S.P., M.H. (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara), Adam Jordan Nadeak (Team Horas), serta Muhammad Khalish (Pemuda Peduli Alam Sekitar /PAIAS).
Dalam pemaparannya, Indra B. Harahap menyampaikan bahwa pemerintah Sumatera Utara mendukung penuh inisiatif generasi muda dalam perlindungan lingkungan. Ia mencontohkan program seperti Adiwiyata, kampanye “Satu Sekolah Satu Bank Sampah,” pelatihan daur ulang menjadi eco-enzym dan kompos, serta pengolahan sampah menjadi produk kreatif.
“Kalau teman-teman mau mengolah sampah jadi produk berguna seperti bunga, atau bahkan mengelola uang-uang yang sudah tidak terpakai, kami dari dinas siap memberikan pelatihan,” ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Khalish dari PAIAS memaparkan sejumlah inisiatif mereka seperti program “Santap Sejuk Eco Tumbler” yang mengajak anak muda membawa botol minum sendiri. Ia menyebutkan bahwa satu orang dapat mengurangi hingga 15.000 botol plastik jika konsisten menggunakan tumbler. Program lain seperti barter sampah dengan sembako atau jajanan juga dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sampah dari rumah.
“Penting peran generasi muda sangat penting. Kami di PAIAS hadir untuk menggerakkan anak-anak muda sebagai agents of change. kita ini jumlahnya paling besar di dunia. kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa menjaga bumi tetap lestari? Bumi ini rumah satu-satunya, dan isu lingkungan bukan lagi urusan masa depan, tapi urusan hari ini,” tegas Khalish.
Tak hanya talkshow, BumiKita Fest 2025 juga menggelar lomba infografis dan fotografi bertema lingkungan, terbuka untuk umum. Acara juga diramaikan dengan Bazar UMKM di pelataran parkir FISIP USU.
Yunawidita, peserta lomba infografis, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena isu lingkungan dinilai perlu dikemas dengan menarik dan dekat dengan keseharian anak muda. “Kegiatan ini luar biasa karena membahas lingkungan dari sudut pandang yang relevan bagi kami. BumiKita Fest menjadi jembatan yang menyenangkan untuk belajar sekaligus peduli lingkungan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Elizabeth berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah awal untuk mengubah kebiasaan.
“Kami ingin peserta pulang dengan semangat baru. Harapan kami, setelah ini mereka mulai dari hal kecil dan konsisten. Karena dari langkah kecil yang dilakukan bersama, bisa lahir dampak besar bagi bumi kita,” tutupnya.
Redaktur: Nisya Augia
Leave a comment