Home Tulisan Dari Posyandu untuk Lansia, Semangat Merawat Masa Senja di Desa Laut Dendang
Tulisan

Dari Posyandu untuk Lansia, Semangat Merawat Masa Senja di Desa Laut Dendang

Share

Oleh: Annisa Fadhilah

Suara USU, Medan. Di tengah hiruk pikuk modernisasi, perhatian terhadap warga lanjut usia (lansia) kerap terpinggirkan. Masa tua yang seharusnya menjadi waktu yang tenang dan penuh kasih, nyatanya tidak selalu berjalan demikian. Tidak semua lansia memiliki akses terhadap perhatian dan pelayanan kesehatan yang layak. Menjawab tantangan ini, masyarakat Desa Laut Dendang menghadirkan inisiatif berupa Posyandu Lansia, sebagai ruang peduli yang berfokus pada perawatan dan dukungan terhadap kesejahteraan lansia.

Posyandu lansia di Desa Laut Dendang merupakan salah satu program unggulan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat lansia. Program ini menjadi jawaban atas kenyataan bahwa banyak lansia enggan atau tidak mampu memeriksa kesehatannya secara rutin karena keterbatasan biaya, jarak fasilitas kesehatan, atau minimnya pendampingan. Untuk itu, masyarakat desa dan kader-kader kesehatan merancang Posyandu Lansia yang diadakan rutin setiap sebulan sekali, pada akhir bulan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di balai desa masing-masing dusun agar semua dusun memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan lansia. Posyandu ini melibatkan tenaga medis dari puskesmas serta ibu-ibu PKK Desa Laut Dendang, mencerminkan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Saya berkesempatan mengikuti kegiatan Posyandu Lansia Desa Laut Dendang pada 26 Mei 2025. Kegiatan diawali dengan senam bersama para lansia, dipandu oleh ibu-ibu PKK. Senam ini bertujuan untuk membuat tubuh para lansia lebih ringan dan rileks, sebagai persiapan menjelang pemeriksaan kesehatan.

Usai senam, pemeriksaan dimulai dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Saya turut membantu para lansia menaiki alat timbang dan mencatat hasilnya pada selembar kertas kecil yang dibagikan di awal kegiatan. Setelah itu, lansia diarahkan untuk duduk di meja pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan oleh ibu PKK. Kemudian, mereka melanjutkan ke meja pemeriksaan gula darah yang ditangani tenaga medis dari puskesmas.

Pada tahap ini, tenaga medis memberikan penjelasan mengenai kadar gula darah normal dan tidak normal. Jika gula darah terdeteksi tinggi, mereka memberikan informasi mengenai pola makan, larangan konsumsi makanan tertentu, dan obat yang harus dikonsumsi. Jika gula darah rendah, penanganannya pun disesuaikan. Di meja terakhir ini, kertas kecil yang digunakan untuk mencatat hasil pemeriksaan kemudian saya serahkan kepada ibu PKK untuk dipindahkan ke buku besar catatan kesehatan lansia Desa Laut Dendang. Dengan begitu, perkembangan kesehatan lansia dapat dipantau setiap bulan.

Setelah pemeriksaan selesai, saya mendampingi lansia ke kursi tunggu dan membagikan makanan sehat serta bergizi yang telah disiapkan oleh ibu-ibu PKK, sambil menunggu penjemputan masing-masing.

Suasana kegiatan dipenuhi dengan kehangatan dan kekeluargaan. Baik ibu-ibu PKK maupun tenaga medis menciptakan atmosfer yang membuat para lansia merasa dihargai dan tidak kesepian. Mereka dapat bercengkerama, bercanda, dan berbagi cerita, yang turut berperan menjaga kesehatan mental mereka.

Melalui Posyandu Lansia, Desa Laut Dendang tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan para orang tua, tetapi juga menegaskan bahwa kesejahteraan di masa senja dapat dicapai melalui pemberdayaan berkelanjutan dan kolaborasi antar warga.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.