Home Tulisan Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Tulisan

Pemberdayaan Anak Panti Asuhan Melalui Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Share

Oleh: Shafira Amanda

Suara USU, Medan. Panti asuhan merupakan tempat perlindungan bagi anak-anak yang kurang beruntung dalam hal dukungan keluarga. Mereka membutuhkan perhatian khusus dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan. Salah satu upaya penting dalam mendukung kesehatan anak-anak panti asuhan adalah dengan memperkenalkan mereka pada Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Pada Kamis (5/6/2025) Shafira Amanda dengan NIM 230902035 yang merupakan salah satu mahasiswa Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), melakukan kegiatan menanam tanaman obat keluarga (TOGA) di Panti Asuhan “Penuh Pengharapan” yang berlokasi di Jl. Pembangunan No.86, Beringin, Kec. Medan Selayang.

Kegiatan pemberdayaan TOGA ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak panti asuhan akan pentingnya tanaman obat bagi kesehatan sehari-hari, serta mennumbuhkan keterampilan anak-anak di sana untuk menanam sendiri di lingkungan sekitar. Ini menjadi bagian dari pemberdayaan agar mereka lebih mandiri dan peduli terhadap lingkungan. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesehatan mereka secara fisik, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang alam dan keberlanjutan lingkungan.

Sebagai langkah awal, anak-anak panti asuhan diberi edukasi untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat keluarga serta manfaatnya bagi kesehatan. Setelah mengenal berbagai macam TOGA, anak-anak panti diajak untuk menanam tanaman-tanaman ini di lingkungan panti asuhan. Adapun TOGA yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu jahe, kunyit, temulawak, dan kencur, dengan dilanjut pada tahap penyiraman tanaman dan merawatnya serta cara memanfaatkannya setelah tumbuh.

Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat dan antusias oleh anak-anak panti asuhan.

“Saya akan merawat tanaman ini kak agar tumbuh semua yang kita tanam dan ini bisa digunakan sebagai obat saat saya batuk,” ujar Berkat yang merupakan salah seorang anak panti asuhan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak panti asuhan dapat terus mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari serta dapat memanfaatkan sumber daya alam yang telah tersedia di sekitar lingkungan hidup.

Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.