SUARA USU
Sastra

Diri Malam Hari

Oleh : Idora Rorencia Purba

Hari sudah mulai menggelap
Tanda bahwa malam telah datang
Gulingku yang empuk ini selalu menemani malam ku
Ku peluk dengan erat setiap datangnya malam
Sambil berbaring sambilku mendengarkan alunan musik yang tak sengaja isi liriknya sangat berhubungan dengan hari-hariku
Tentangku yang sangat mengkhawatirkan hari esok

Tak lupa untuk mengeluarkan tangisan sebelum tidur yang sudah menjadi rutinitasku setiap malam
Bergumam sambil bertanya tanya dalam hati
Mengapakah ini terjadi padaku?
Mengapa ini sangat berat?
Padahal aku tak begitu kuat
Lantas mengapa semua ini terjadi?

Aku mencoba dan mencoba lagi
Walau aku selalu menerima kegagalan atas usahaku
Tinggallah harapan yang sudah mulai hampa
Tak kuasa ingin pasrah tapi tak bisa, karna mengingat alasanku bertahan sampai saat ini sudahlah sangat panjang
Dan Sang Pencipta menyadarkanku begitu banyak hal baik dan buruk yang sudah kulewati

Melihat perjuangan ibu yang selalu mengabaikan lelahnya, rambutnya yang sudah mulai memutih dan kulitnya yang kian mengeriput, yang masih saja mengabaikan lelahnya untuk ku
Ada ayah yang harus ku banggakan walau ia tak sempat melihatku beranjak dewasa dan menemani setiap perjuanganku ini
Ada cemooh yang harus kubuktikan
Ada derajat yang harus dinaikkan
Ada kata yang selalu terucap dari mulut mereka bahwa aku takkan bisa mendapatkannya, yang harus aku buat menjadi nyata sampai aku mendapatkannya dengan usahaku walau dengan bercucuran air mata dan hinaan
Lantas mengapa aku begitu cepat merasa lelah?
Demi apapun aku akan membuktikan cemooh dan hinaan yang sudah menghampiri diriku

Ku lewati malam demi malam dengan guling walau berderu air mata
Lihatlah, aku sekarang sudah beranjak dewasa
Benar, semakin banyak pula yang harus di perjuangkan
Bukan karna aku tak berusaha, namun gagalku sudah terlalu banyak
Aku paham gagal itu mendewasakan
Tapi sampai kapan?
Tapi entahlah dengan begitu ada saja alasanku untuk kembali berjuang

Angin malam menemani ku setiap malam dan kadang di kala hujan turun yang menenangkan hatiku, itulah sebabnya aku menyukai hujan di kala malam hari, ia begitu bisa menyejukkan hatiku dan menyadarkanku bahwa hari baik itu ada

Bukan kah itu baik?
Lantas mengapa aku harus tak percaya diri dan selalu mengkhawatirkan hari esok?
Diriku yang sekarang sudah sangat hebat atas semua malam yang sudah terlewati

Redaktur: Agus Nurbillah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penantian di Depan Pintu

redaksi

Seluas Lautan

redaksi

Air Mata Bumi

redaksi