Reporter: Dinda Sajidah
Suara USU, Medan. Dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Sumatera Utara (USU), Rasya Amanda Matondang dan Vivi Hutabarat, berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam Lomba Desain Poster National Dental Health Education (NDHE) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi pada 27 Juni–16 Agustus 2026.
Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi FKG USU angkatan 2025. Rasya meraih Juara 1 melalui poster yang mengangkat kebiasaan mendengkur pada anak yang masih kerap dianggap sebagai tanda tidur nyenyak. Sementara itu, Vivi meraih Juara 2 melalui poster bertema “Merawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa” yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan gigi susu.
Salah satu peraih penghargaan, Rasya Amanda Matondang, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut berawal dari keinginan mencoba perlombaan mahasiswa saat masa libur semester. Ia mengetahui informasi NDHE 2026 setelah mencari berbagai kompetisi yang dapat diikuti. Keinginan tersebut semakin terdorong setelah melihat pengalaman kakak tingkatnya di FKG USU yang mulai mengikuti perlombaan sejak semester tiga.
“Karena ini lomba pertama saya, saya merasa waktu libur itu waktu yang tepat untuk memulai. Dari situ saya coba cari-cari informasi lomba yang mungkin saya ikuti dan akhirnya menemukan lomba desain poster tersebut,” ujar Rasya.
Dalam karyanya, Rasya mengangkat kebiasaan mendengkur pada anak saat tidur. Menurutnya, kondisi tersebut masih sering dianggap sebagai tanda bahwa anak tidur pulas, padahal mendengkur dapat menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pernapasan yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang gigi anak.
Ide tersebut diperoleh Rasya melalui proses brainstorming dengan mencari permasalahan kesehatan gigi anak yang belum banyak diangkat. Setelah menentukan topik, ia mempelajari petunjuk teknis perlombaan, mencari literatur yang relevan, menentukan informasi yang akan dimasukkan, kemudian menyusun desain poster secara bertahap.
“Waktu itu saya berusaha cari ide yang enggak umum. Pengennya buat poster yang idenya lebih spesifik pembahasannya,” ungkapnya.
Dalam proses pengerjaan, Rasya menghadapi tantangan dalam menentukan tata letak dan mencari elemen desain yang sesuai. Keterbatasan waktu turut menjadi kendala, terlebih kompetisi tersebut merupakan perlombaan pertamanya sehingga ia sempat merasa kurang percaya diri.
Sementara itu, Vivi mengetahui informasi NDHE 2026 melalui Instagram. Ia mengikuti sejumlah akun yang membagikan informasi mengenai kompetisi mahasiswa. Setelah mengetahui pendaftaran lomba poster tersebut masih dibuka, Vivi memutuskan untuk turut berpartisipasi.
Vivi mengangkat tema “Merawat Tumbuh Kembang Generasi Bangsa” dengan fokus pada perawatan gigi susu. Ia melihat masih banyak anak yang mengalami karies pada gigi susu karena adanya anggapan bahwa gigi tersebut tidak perlu dirawat secara optimal karena hanya bersifat sementara.
Menurut Vivi, gigi susu berperan dalam membantu proses mengunyah dan berbicara serta menjaga ruang bagi pertumbuhan gigi permanen. Karena itu, ia ingin mengubah pandangan orang tua dan anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi susu.
“Awalnya saya melakukan brainstorming mengenai permasalahan gigi yang banyak dialami oleh anak-anak. Saya terpikir bahwa anak-anak banyak mengalami karies pada gigi susu dan cenderung menganggap gigi susu bukanlah gigi yang penting untuk dijaga karena merupakan gigi sementara,” jelas Vivi.
Dalam pengerjaan poster, Vivi menghadapi tantangan dalam menentukan desain yang sesuai. Ia perlu meluangkan waktu untuk memilih warna dan jenis huruf yang dapat menarik perhatian pembaca. Ia juga memperoleh arahan dan masukan dari dosen pembimbing untuk menyempurnakan desain karyanya.
Atas prestasi tersebut, Rasya berharap pengalaman meraih Juara 1 dapat menjadi motivasi untuk terus mengikuti kompetisi lainnya. Ia juga mengajak mahasiswa FKG USU untuk tidak meremehkan kemampuan diri dan berani mencoba hal-hal baru.
“Jangan suka meremehkan diri sendiri. Ga perlu takut untuk memulai hal-hal baru, percaya pada diri sendiri dan berusaha menampilkan yang terbaik itu yang terpenting,” pungkas Rasya.
Sementara itu, Vivi berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa FKG USU untuk terus menunjukkan kualitas terbaik melalui kerja keras dan talenta yang dimiliki. Ia juga berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan diri di berbagai bidang dan memberikan kontribusi positif bagi FKG USU.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment