SUARA USU
Sosok

Empat Mahasiswa Sebagai Tokoh Perjuangan Reformasi

Sumber Gambar: Antaranews.com

Oleh: Agata

Pada tanggal 21 Mei di tetapkan sebagai hari reformasi setiap tahunnya. Hal ini ditetapkan dikarenakan tepat pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sehingga menjadi titik balik Indonesia untuk membenahi kembali pemerintahannya pada saat itu. 

Dibalik pengunduran   Soeharto ternyata menyimpan kisah tragedi  yang menimpa  ratusan mahasiswa yang meregang nyawa pada saat demonstrasi berlangsung. Diantaranya dikenal sebagai mahasiswa Trisakti yang karna jasanya ditetapkan sebagai pahlawan reformasi. Keempat sosok mahaha siswa itu berperan sebagai aspirator yang menyampaikan tuntutan kepada  Soeharto  yang akhirnya gugur dikarenakan penembakan mendadak usai demonstrasi dilakukan. Oleh karena itu mari kita kenali sosok mereka untuk mengenang momentum reformasi .

1. Hafidin Royan

Hafidin Royan merupakan mahasiswa Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti yang lahir pada 28 September 1976.  Diketahui Anak keempat dari lima bersaudara pasangan Ir. Enus Yunus dan Ir. Sunarmi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. 

Hafidin Royan dikenal sebagai pemuda yang aktif dalam berbagai kepemimpinan dalam organisasi hal ini dibuktikan dengan pernah dipercaya sebagai Ketua Tim Pendahulu dalam acara Bakti Sosial pada tahun 1997. Pada 1998, Hafidin juga dikabarkan masuk dalam bursa calon ketua Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) karena karakternya yang ambisius sehingga dinilai mampu menjalankan program-program organisasi dengan baik dan diterima oleh semua kubu. Namun saat hendak menyampaikan aspirasi saat bredemo pemuda ini akhirnya tersungkur oleh timah panas aparat, pihak yang seharusnya melindungi rakyatnya.

2. Heri Hartanto

Heri Hartanto lahir pada 5 Februari 1977 di Jakarta. Heri menjadi mahasiswa Universitas Trisakti Jurusan Teknik Industri pada tahun 1995. 

Semasa hidupnya Heri dikenal sebagai orang yang senang berwirausaha dan sangat loyal terhadap teman-temannya. Hal itu dibuktikkan dengan Heri pernah mengajukan pinjaman kredit untuk usaha bengkel miliknya. Bengkel itu ingin dia bangun dengan tujuan untuk menampung teman-temannya yang putus sekolah. Namun, takdir berkata lain dengan berakhirnya masa hidupnya saat terjadi penembakan secara mendadak dari pihak aparat.

3. Elang Mulia Lemana

Pada 5 Juli 1978 lahirlah Elang Mulia Lemana anak dari Boy Bagus Yoganandita dan Heratety Hidayat. Elang sendiri mempunyai hobi melukis sehingga menjadi mahasiswa Arsitektur di Trisakti pada tahun 1996. 

Saat itu Elang dan salah satu temannya sedang berusaha untuk menyelamatkan diri dari penembakan aparat setelah menyampaikan tuntutan mereka. Posisi mereka yang saat itu berada di depan membuat mereka sulit menghindari penembakan peluru aparat yang menyebabkan Elang meninggal di tempat. Untuk mengenang jasanya, Pihak Universitas Trisakti mengabadikan nama Elang Mulia Lesmana sebagai nama salah satu gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan yang diberi nama gedung Elang Mulia Lesmana.

4. Hendriawan Sie

Hendriawan merupakan anak tunggal dari pasangan Hendrik Sie dan Karsiah yang lahir pada 3 Maret 1978 di Balikpapan,Kalimantan. Hendriawan menjadi mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Trisaksi pada 1996.

Sosok Hendriawan yang dikenal selalu aktif dalam kegiatan organisasi dan aktif dalam kegiatan aktivis sehingga berinisiatif untuk turut ikut serta dalam kegiatan demonstrasi saat itu. Sayangnya, itu menjadi demonstrasi terakhir yang dilakukan Hendriawan dalam melakukan kegiatannya sebagai mahasiswa dan aktivis. Atas jasanya tersebut pihak Universitas Trisakti memberi nama gedung fakultas ekonomi dengan nama Gedung Hendriawa Sie.

Itulah keempat sosok mahasiswa yang dikenal sebagai pahlawan reformasi untuk mengenang jasa mereka, keempatnya juga dianugerahi gelar Bintang Jasa Pratama pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2003 dan dibangun empat pilar dan masing-masing pilar terdapat cekungan yang melambangkan titik mereka tertembak.

Redaktur: Theresa Hana 

Related posts

Benefit Menjadi Mahasiswa Berprestasi

redaksi

Buya Hamka: Tokoh Multitalenta yang Dimiliki Indonesia

redaksi

Nadiem Makarim, Menteri Termuda Kabinet Indonesia Maju Jebolan Harvard

redaksi