Reporter: Desi Natalia Pasaribu/Clarisa Tessa Mirandha Girsang
Suara USU, Medan. Pada (22/11) Organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) mengadakan acara Diskusi Kampus batch II dengan tema ‘Mengulas Implementasi Program MBKM yang Menjadi Paradigma Belajar pada Mahasiswa, Tetap Berlanjut?’ Dalam acara ini, GMKI turut mengundang para speakers yang ahli mengenai program MBKM yaitu M.Hadyan Yunhas Purba S.H., Μ.Η., selaku Manager Inovasi Pembelajaran LINKUP USU, Ajeng Sri Rahayu selaku Mahasiswa MBKM Mitra USU dan juga dihadiri oleh Samuel B. Siahaan selaku Wakil Ketua Aksi dan Pelayanan GMKI FEB USU.
Alasan mengapa Organisasi GMKI memilih tema ‘Mengulas Implementasi Program MBKM yang Menjadi Paradigma Belajar pada Mahasiswa, Tetap Berlanjut?’ adalah karena para panitia melihat MBKM membuat pergeseran paradigma belajar pada mahasiswa. Mereka merasa ada kejanggalan konseptual dan teori dalam pengimplementasiannya sehingga perlu untuk melakukan perdiskusian lebih lanjut dengan para civitas kampus. “Sebelumnya kami dari organisasi GMKI Komisariat FEB USU dibawah Koordinasi GMKI Cabang Medan. Dimana GMKI ini memiliki 3 prinsip dalam menjalankan penatalayanan yaitu Kemahasiswaan, Ke-Kristenan dan Ke-Indonesiaan. Dan kami GMKI tidak hanya memenuhi Kebutuhan Spiritualitas kami namun kami juga bergerak untuk menanggapi isu yang ada di kampus seperti Implementasi program MBKM yang sudah berjalan hampir 4 tahun ini. Dimana kami melihat MBKM membuat pergeseran paradigma belajar pada mahasiswa. Kami merasa ada kejanggalan konseptual dan teori dalam pengimplementasiannya sehingga perlu untuk melakukan perdiskusian lebih lanjut dengan para civitas kampus,” ungkap Samuel Siahaan.
Organisasi GMKI biasanya melaksanakan diskusi kampus dengan melihat terlebih dahulu isu yang sedang berkembang di kampus, jadi tidak membatasi berapakali akan diadakan. Sebelumnya Diskusi Kampus I sudah dilaksanakan pada bulan September kemarin. Diskusi ini terbuka untuk semua mahasiswa USU dan citivas kampus lainnya.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program MBKM ini memberikan manfaat bagi mahasiswa, seperti yang diungkapkan Bapak M.Hadyan Yunhas Purba S.H., M.H., yaitu “Program MBKM memberikan pengalaman diluar kampus, relasi serta menambah daya tarik kita untuk mendapatkan pekerjaan ketika pengalaman itu kita cantumkan ke dalam CV”.
Hal ini juga menjadi alasan bagi mahasiswa untuk datang ke acara ini “Alasan aku datang ke acara diskusi yaitu ingin memahami lebih dalam tentang program MBKM, apa aja yg bisa diperoleh dengan ikut program inii dan aku juga mau tau apakah program ini akan tetap berlanjut walaupun menteri nya sudah berganti kak,” ungkap Tri Putri.
Tak hanya keinginan tahuan saja yang dibutuhkan, menyusun stategis agar lulus juga sangat penting diketahui oleh para calon mahasiswa yang ingin mengikuti program MBKM. Ajeng Sri Rahayu memberikan stategis sukses Magang mulai dari sebelum, selama dan setelah magang. Ajeng menyampaikan stategis sebelum magang adalah riset mitra yang diminati dan menyiapkan berkas yang dibutuhkan seperti CV dan Portofolio. Dan Stategis kedua yaitu selama magang, tunjukkan etos kerja yang baik serta selalu belajar. Dan stategis setelah magang adalah gunakan relasi dengan mentor dan rekan kerja. Dengan menggabungkan ketiga strategi ini saat Magang mahasiswa pasti akan dengan mudah mendapat kerja setelah lulus nanti di Perusahaan yang menjadi tempat Mahasiswa tersebut Magang. “Rekan-rekan kantor saya yang sudah menjadi anggota menetap di PTPN rata-rata adalah orang-orang yang pernah magang disana, maka dari itu, sekarang ini kan susah banget nyari kerja, kita harus memanfaatkan relasi yang kita punya selama magang dan tunjukkan bahwa kita dapat bekerja dengan baik, kalau kita bisa langsung kerja setelah tamat kuliah nanti kan kita ga kesulitan mencari kerja lagi,” ungkap Ajeng. Tri Putri selaku peserta dalam acara ini menyampaikan terdapat manfaat yang Ia dapatkan saat pemateri menyampaikan materinya “Dari yg aku dapet tadi kak, aku jadi tau gimana strategi untuk ikut MBKM dan aku juga jadi tau apa aja yg harus ku lakukan saat mendaftar MBKM dan juga saat pelaksanaan magang-nya dari pengalaman speakers nya tadi kak.”
Samuel Siahaan mengungkapkan harapannya untuk mahasiswa USU, Program MBKM dan Pihak kampus serta Pemerintah dengan diadakannya acara ini agar dapat mengambil pembelajaran dan manfaat agar program MBKM dapat berjalan dan bermanfaat bagi Mahasiswa. “Kalau harapanku sendiri untuk mahasiswa USU, forum diskusi kampus ini menjadi referensi atau pencerahan supaya tidak salah persepsi dan salah orientasi menanggapi penawaran program MBKM. Buat program MBKM, ini sebagai penunjuk identitas dan ciri khas kita sebagai mahasiswa. Ingat kita dididik bukan untuk pekerja. Harapan kepada pihak kampus dan pemerintah agar tetap mengawal dan memperbaharui program MBKM ini, mengingat juga pemerintah sudah berganti. MBKM masih dalam fase storming banyak konflik dan celah untuk segera dibenahi dan selanjutnya menuju fase norming dimana model MBKM ini sudah diterima menjadi normalisasi dalam dunia pendidikan hingga akhir masuk ke fase performing dimana hasil dan output program ini akan dirasakan oleh negara dan masyarakat,” ungkap Samuel.
Para peserta juga turut memberikan kesan yang sangat luar biasa dengan acara ini terutama dengan tema yang dibahas, bagi mereka acara ini sangat berguna sekali untuk mengarahkan mereka pada program yang baik untuk mereka ikuti.
Azizah juga turut memberikan pesan untuk para panitia “Pesan untuk panitia tetap semangat aja kak terus jangan bosan bosan buat acara seperti ini karna acara seperti ini itu sangat bagus untuk menambah wawasan mahasiswa terlebih nya mahasiswa mahasiswa baru yang kurang pemahaman mengenai mbkm dan lain lain.Itu aja si kak,” tutup Azizah.
Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean
Leave a comment