Reporter: Abdullah Umar Al Faruk, Dinda Sari, Ilma Anzali Hasni, Mayla Faiza Janayu
Suara USU, Medan. Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses menggelar Plenary Conference Accounting Intelligence Fair (AIF) 3.0 pada Kamis (12/2). Kegiatan ini diselenggarakan secara Hybrid, yakni bertempat di Aula Prof. Dr. Suhadji Hadibroto FEB USU serta melalui platform Zoom Meeting. Mengusung tema “Redefining Business Grow in The Digital and Sustainable Era”, acara ini bertujuan menggali lebih dalam dunia usaha dan profesi akuntansi agar terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan keberlanjutan.
Acara diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Rizky Atharsyah Nasution. Sambutan turut disampaikan oleh Ketua Umum HMA, Syamil Allifa, serta Ketua Program Studi Akuntansi, Dr. Rina Br. Bukit, S.E., M.Si., Ak., C.A.
Memasuki acara utama, Prof. Dr. Fahmi Natigor Nasution, S.E., M.Acc., Ak., CA., CMA hadir sebagai Keynote Speaker. Ia merupakan guru besar sistem pengendalian manajemen program studi akuntansi. Dalam pemaparannya, Fahmi menyampaikan bahwa pertumbuhan bisnis di era digital dan era keberlanjutan merupakan isu strategis dalam bidang akuntansi, bisnis, dan ekonomi. Kedua aspek tersebut dinilai berpengaruh besar terhadap perkembangan bisnis berbasis digital.
Fahmi juga menegaskan bahwa digitalisasi tidak lagi terbatas pada tugas pokok dan fungsi akuntan dalam sistem informasi akuntansi, tetapi telah menjadi kebutuhan seluruh bidang. Akuntan manajemen, akuntan keuangan, akuntan pajak, auditor, serta sektor publik harus memahami dan menguasai persoalan digital dalam menjalankan tugas profesionalnya. Selanjutnya, dalam konteks bisnis di era keberlanjutan, Fahmi juga memaparkan konsep yang disebut Triple Bottom Line. “Bisnis akan memiliki keberlanjutan apabila menerapkan konsep Triple Bottom Line yaitu Place, People, dan Planet. Dengan tidak mengorbankan ketiga hal itu, bisnis akan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Setelah sesi pemaparan materi, acara diakhiri dengan pemberian plakat kepada pemateri serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Kegiatan kemudian diteruskan dengan presentasi Conference Paper oleh para peserta.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan Accounting Intelligence Fair 3.0 ini sudah diselenggarakan sejak September 2025 dimulai dengan Olimpiade Akuntansi tingkat Nasional dan resmi ditutup pada 13 Februari 2026 dengan serangkaian kegiatan study tour dan awarding.
Ketua Panitia, Rizky Atharsyah Nasution, berharap kegiatan Accounting Intelegence Fair 3.0 ini dapat terus terlaksana di tahun-tahun yang akan datang dengan lebih baik. “Saya berharap kedepannya AIF dapat menuju kancah Internasional dan berjalan lebih baik dari acara saat ini,” ungkapnya.
Sejalan dengan harapan tersebut, salah satu peserta, Jelita Amanda dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), berharap kegiatan ini tetap dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya. “Acara ini sangat worth it untuk dilaksanakan terutama bagi mahasiswa pemula yang ingin memulai bisnis. Jadi, semoga acara ini akan terus dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment