
Reporter: Rizqi Putra Permono
Suara USU, Medan. Rabu (18/11), Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan kuliah tamu (Guest Lecture) pada Rabu (18.11) di Gedung Senat Akademik USU. Kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini mengangkat tajuk Urban History: Literary Works and Urban Entertainment.
Pada kesempatan ini, Ilmu Sejarah USU menghadirkan Prof. William Bradley Horton dari Universitas Akita, Jepang sebagai pembicara utama. Kegiatan ini juga dipandu oleh Dra. Lila Pelita Hati, M.Si., selaku Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah FIB USU dengan dihadiri oleh dosen-dosen dan para mahasiswa lintas angkatan Ilmu Sejarah USU.
Dalam pemaparan materinya yang berjudul Literary Works and Urban Entertainment in Modern Indonesia, William Bradley Horton menyoroti keterkaitan antara karya sastra, percetakan, penerbitan, budaya populer, dan perkembangan hiburan masyarakat urban pada masa kolonial Belanda hingga pendudukan Jepang. Ia menunjukkan bagaimana jaringan penerbitan dan dinamika kota saling memengaruhi dalam membentuk budaya hiburan masyarakat perkotaan pada periode tersebut.
Beberapa karya sastra yang dijadikan contoh dalam presentasinya antara lain, Semaun’s Hikajat Kadiroen (1920), Perintis Djalan (1943), dan Roman-Pantjaroba Palawija (1944). Karya-karya ini dianggap merefleksikan kondisi sosial serta budaya populer yang tumbuh di pusat-pusat urban di Pulau Jawa pada masa transisi kekuasaan kolonial ke pendudukan Jepang.
“Saya mau sampaikan di dalam materi ini bahwa dalam proses penerbitan buku ada hubungan antara urbanisasi dan hiburan masyarakat kota. Sehingga ini merupakan salah satu sumber sejarah yang paling gampang kita akses, yaitu berupa barang cetak,” ujar William dalam sesi wawancara setelah pemaparan.
Dalam sesi diskusi, Dra. Lila Pelita turut menegaskan, bahwa kota memegang peran penting dalam kajian sejarah urban, termasuk melalui karya sastra yang lahir dari dinamika kehidupan masyarakatnya. Ia menyampaikan bahwa memahami kota tidak hanya melalui bangunan dan peristiwa besar, tetapi juga lewat teks-teks sastra yang merekam pengalaman sosial warganya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus memperkaya literasi serta memperluas bacaan sejarah.
Selain itu, William turut mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang aktif dan interaktif selama sesi diskusi. Ia menyampaikan bahwa respons tersebut menunjukkan ketertarikan mahasiswa terhadap kajian sejarah yang lebih luas dan mendalam. Dalam pesannya kepada mahasiswa Ilmu Sejarah USU, William mendorong agar mahasiswa berani mengeksplorasi hal-hal yang belum pernah disentuh dalam penelitian sejarah.
“Teruslah melacak sesuatu yang belum pernah diajarkan, belum pernah kalian lihat, dan belum pernah diteliti, karena itu pasti menarik. Terkhusus di Sumatera Utara, masih banyak sekali peristiwa masa lalu yang membutuhkan tenaga peneliti muda untuk ditelusuri,” tutupnya.
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment