Reporter: Suci Rahmawati Siregar
Suara USU, Medan. Tim IONEX dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Juara 3 kategori riset sawit tingkat mahasiswa dan penghargaan Best Poster bidang bioenergi pada ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta.
PERISAI 2026 diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) atas inisiasi Kementerian Keuangan dengan mengusung tema Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future. Ajang ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta hilirisasi industri sawit nasional.
Tim IONEX beranggotakan Desti Damai Hati Gea selaku ketua, bersama Khalya Rosida Amri, Fairutzh Divhany Akbar, dan Tio Roito Siregar yang seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi S1 Kimia. Tim tersebut didampingi oleh dosen pembimbing Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung riset berjudul Sintesis GQD sebagai Anoda Baterai Lithium-ion untuk Meningkatkan Performansi Elektrokimia Berbasis Tandan Kosong Kelapa Sawit. Topik ini diangkat karena kebutuhan anoda grafit di Indonesia masih bergantung pada impor. Kondisi tersebut mendorong tim untuk mencari alternatif berbasis biomassa yang berpotensi melampaui performa grafit komersial sekaligus memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit yang melimpah di Indonesia.
Salah satu anggota tim, Khalya Rosida Amri, menjelaskan bahwa penelitian tersebut berupaya memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi material penyimpanan energi bernilai tinggi. “Limbah tandan kosong kelapa sawit yang selama ini dianggap sebagai sisa produksi diubah menjadi sumber material penyimpanan energi yang bernilai guna tinggi,” jelas Khalya.
Perjalanan menuju podium tidak berlangsung mudah. Tim harus melewati proses seleksi berjenjang, mulai dari ribuan proposal yang masuk, kemudian disaring menjadi 40 proposal terbaik untuk didanai, dipersempit menjadi 10 finalis, hingga akhirnya terpilih sebagai salah satu dari tiga tim terbaik nasional.
“Tantangan terbesar selama riset berlangsung adalah mempertanggungjawabkan dana pendanaan pemerintah sebesar Rp20 juta agar teralokasikan dengan baik, mengatur waktu di tengah kesibukan masing-masing anggota, serta menyatukan pandangan dalam mengambil keputusan terbaik bagi tim,” ungkap Khalya.
Momen yang paling berkesan bagi Tim IONEX terjadi saat nama mereka diumumkan sebagai peraih Juara 3. Kebahagiaan tersebut semakin lengkap setelah tim juga dinobatkan sebagai penerima penghargaan Best Poster bidang bioenergi. “Kebahagiaan itu terasa istimewa karena kami berhasil mempertahankan posisi USU selama tiga tahun berturut-turut di ajang bergengsi Kementerian Keuangan ini,” ujar Khalya.
Menurut mereka, dukungan terbesar datang dari para mentor Kimia USU, dosen pembimbing, serta rekan satu tim yang terus mendampingi selama proses penelitian hingga kompetisi berlangsung.
Di akhir wawancara, tim berharap mahasiswa Indonesia terus menghasilkan karya yang bermanfaat dan berkontribusi bagi perkembangan riset nasional. “Harapan kami untuk Tim IONEX ke depannya, dan juga untuk seluruh mahasiswa Indonesia, adalah agar terus berkarya membanggakan nama kampus dan mendedikasikan diri untuk kemajuan riset Indonesia agar semakin baik,” pungkas Khalya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment