Reporter: Theresa Melyasari
Suara USU, Medan. Tim SEJIWA (Sehat Jiwa dan Raga) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih Bronze Medal dalam lomba video promosi dan edukasi kesehatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya pada 20 April–15 Mei 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui video yang mengangkat fenomena doomscrolling dan dampaknya terhadap kesehatan mental akibat penggunaan media sosial secara berlebihan.
Tim yang beranggotakan Tesalonika Nazara, Fazrina, dan Tengku Rafifah Putri itu memilih tema tersebut karena melihat semakin maraknya fenomena fear of missing out (FOMO) di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Tesalonika Nazara, salah satu anggota Tim SEJIWA, mengungkapkan bahwa dorongan untuk terus mengikuti tren di media sosial kerap membuat seseorang melampaui batas kemampuannya hingga berujung pada tekanan mental dan stres.
“Kami merasa prihatin terhadap situasi masyarakat saat ini, terutama generasi muda yang cenderung memiliki sikap ikut-ikutan dan akhirnya stres akibat tidak bisa mengendalikan keinginan. Ini semua akibat penggunaan media sosial secara berlebihan dan terpengaruh budaya hedonisme yang kerap muncul di media sosial,” ungkap Tesalonika.
Melalui video edukasi yang dibuat, Tim SEJIWA berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental dan tidak mudah terpengaruh oleh gaya hidup yang ditampilkan di media sosial.
Dalam proses pembuatannya, ketiga anggota tim bekerja sama mulai dari menyusun konsep, menulis naskah, hingga melakukan pengambilan dan penyuntingan video. Tim juga memperoleh bimbingan dari dosen FKM USU selama proses persiapan lomba.
Di balik pencapaian tersebut, mereka menghadapi tantangan dalam membagi waktu di tengah padatnya jadwal perkuliahan dan keterbatasan waktu pengerjaan. Meski demikian, seluruh proses dapat diselesaikan berkat komunikasi yang baik dan kerja sama yang solid antaranggota tim. “Bagi kami, kekompakan tim dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menyelesaikan lomba ini dengan maksimal dan tepat waktu,” ujar Tesalonika.
Bagi Tim SEJIWA, penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi dapat menghasilkan sesuatu yang membanggakan. Mereka mengaku tidak pernah berekspektasi tinggi untuk meraih Bronze Medal dan pada awalnya hanya ingin memberikan penampilan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat nasional.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan berprestasi. Kami juga berharap mahasiswa lain tidak takut untuk mencoba, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, serta terus belajar dari setiap pengalaman,” tutur Tesalonika.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment