Home Tulisan Inovasi Mahasiswa USU Dorong Digitalisasi Mitigasi Banjir di Desa Lalang
Tulisan

Inovasi Mahasiswa USU Dorong Digitalisasi Mitigasi Banjir di Desa Lalang

Share

Oleh: KKN-T USU Kelompok LK-07 Desa Lalang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Sumatera Utara (USU) Kelompok LK-07 mengembangkan Dashboard Mitigasi Banjir Desa Lalang sebagai upaya mendukung kesiapsiagaan bencana berbasis data di Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Inovasi ini memadukan Microsoft Power BI dan Google My Maps untuk membantu pemerintah desa mengelola informasi kebencanaan secara lebih cepat dan terintegrasi.


Dashboard tersebut menampilkan visualisasi data kependudukan sebanyak 2.648 jiwa, termasuk 740 jiwa kelompok rentan atau sekitar 27,95 persen dari total penduduk. Data ini memungkinkan pemerintah desa mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan prioritas penanganan saat terjadi bencana.


Salah satu temuan dalam dashboard menunjukkan bahwa Dusun 5 memiliki persentase kelompok rentan tertinggi dibandingkan dusun lainnya. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan, penempatan tenaga evakuasi, hingga penyediaan sarana pendukung seperti perahu karet.


Selain data kependudukan, mahasiswa KKN-T USU juga mengintegrasikan lima posko evakuasi, 13 warung logistik, dan dua toko obat ke dalam peta digital berbasis Google My Maps. Masyarakat dapat mengakses informasi tersebut dengan memindai kode QR menggunakan gawai pintar.


Pengembangan dashboard ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan data kebencanaan di Desa Lalang yang masih dilakukan secara manual. Pendataan menggunakan dokumen fisik dinilai kurang efektif, terutama ketika diperlukan informasi cepat mengenai lokasi dan jumlah kelompok rentan saat proses evakuasi berlangsung.


Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Kabupaten Langkat merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Pada akhir 2025, banjir akibat meluapnya Sungai Batang Serangan merendam ribuan rumah warga di Kecamatan Tanjung Pura, termasuk Desa Lalang.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-T USU berharap teknologi Business Intelligence (BI) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan mitigasi bencana di tingkat desa. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, efektivitas evakuasi, serta akurasi distribusi bantuan saat keadaan darurat.


Inovasi mahasiswa USU ini menunjukkan bahwa teknologi Business Intelligence (BI) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat diterapkan hingga tingkat desa untuk mendukung mitigasi bencana berbasis data. Implementasi konsep Smart Village melalui digitalisasi data mitigasi bencana dinilai berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai desa rawan bencana di Sumatera Utara.


Selain mendukung pendataan, pengembangan sistem juga dapat diarahkan pada integrasi dengan Early Warning System (EWS) yang terhubung dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kesiapsiagaan berbasis data dan teknologi diharapkan mampu membantu pemerintah desa mempercepat proses pengambilan keputusan, evakuasi, serta distribusi bantuan ketika bencana terjadi.


Ke depan, sistem ini berpotensi dikembangkan dengan mengintegrasikan data peringatan dini dari BMKG sehingga informasi risiko bencana dapat diperoleh secara lebih cepat dan komprehensif. Digitalisasi data kebencanaan di tingkat desa diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kelola mitigasi bencana yang lebih adaptif dan berbasis data.

Redaktur: Erni Yuli Simatupang

Berikut beberapa dokumentasi :

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.