
Oleh : Syafira Sari
Suara USU, Medan
Di mimbar yang tinggi terbesit janji terucap,
Menebar sebongkah harapan seakan nyata.
Namun suara rakyat kian menguap,
Tertelan rakusnya kekuasaan yang angkuh buta.
Keadilan dijual seakan tak berharga,
Oleh tokoh tokoh yang haus nikmat tahta.
Demokrasi hanya sebatas kata impian semata,
Dibalut ilusi yang penuh para dusta.
Bibir tak berdosa dibungkam, isi hati terus meronta,
Tak ada lagi cela ruang bagi yang jujur.
Semua kebenaran seakan sirna,
Tertutup khalayak dusta yang kian akur.
Wahai ibu pertiwi lihatlah negeriku, dengarlah semua suara jerit,
Sunyi mengalun dalam makna pupus gelap.
Jangan biarkan, jangan relakan nurani sakit,
Di genggaman tangan mereka yang lalim tetap.
Redaktur: Zahra Salsabilla
Leave a comment