SUARA USU
Sosok

Jocelyn Paramita, Pemain Ghuzeng Profesional Alumni USU

Sumber: dokumentasi dari narasumber

Oleh: Caroline Gloria

Jocelyn Paramita yang akrab disapa Jocelyn merupakan alumni dari program studi Bahasa Mandarin USU. Ia sudah menekuni Guzheng selama lebih dari 13 tahun. Maka dari itu Ia sudah mendapat gelar pemain profesional alat musik Guzheng. Jocelyn sekarang bekerja sebagai Vice Principal di Jade Music Academy sekaligus pengajar Guzheng. Guzheng (古筝)merupakan alat musik tradisional dari Tiongkok yang berupa kecapi. Pada zaman modern ini sudah sedikit orang yang memainkan dan mempopulerkan Guzheng dan sedikit orang yang mahir memaikannya.

Ia sudah banyak tampil di konser nasional dan Internasional, diantaranya tampil di depan Presiden Joko Widodo dalam roadshow di Magelang dalam acara perayaan Waisak pada tahun 2015. Ia juga sudah tiga kali tampil dalam konser internasional di Changsu, Shanghai, dan Suzhou dalam Konser Pertukaran Budaya Indonesia-China pada tahun 2011, 2012, dan 2013.
Semua berawal dari Jocelyn ditawari orang tua untuk berlatih Guzheng. Namun, semakin lama belajar Guzheng, ia tertarik karena Guzheng itu unik dan belum banyak yang mahir memainkan Guzheng.

Selama mempelajari Guzheng hingga mendapatkan gelar pemain Guzheng profesional, Ia meceritakan bahwa sangat panjang, mengingat ia telah mempelajarinya sejak lama. Untuk mendapat gelar profesional tersebut, Ia harus mengikuti ujian nasional dan internasional terlebih dahulu. Ujian tingkatan terbilang cukup panjang yaitu tingkat 1-10. Sertifikat yang didapat juga tidak main-main, Ia mendapat sertifikat internasional dari Shanghai Conservatory of Music.

Dalam bermain Guzheng, Jocelyn juga merasakan rintangan dalam memainkan lagu modern dengan alat musik Guzheng yang hanya mempunyai 5 nada. Alat musik ini merupakan alat musik pentatonis. Pastinya Jocelyn harus pintar-pintar mengarasenmen lagu modern tersebut.

Disamping rintangan yang ia alami dalam bermain Guzheng, Jocelyn yakin bahwa menjadi pemain Guzheng adalah blueprintnya dikarenakan Ia sudah menekuni alat musik ini sejak lama dan Ia sangat konsisten serta disiplin dalam mempelajarinya.

Ternyata, selain menjadi pengajar Guzheng, Ia juga aktif membuat konten musik di platform digital Youtube sejak Mei 2020 dengan nama kanal “Jocelyn Paramita”. Hal ini selaras dengan tujuan yang ingin Ia capai, melestarikan Guzheng dengan cara membuat cover lagu modern menggunakan Guzheng dan menonjolkannya sehingga orang-orang tertarik pada Guzheng.

“Untuk teman-teman yang sedang menggeluti cita-cita baik itu musik ataupun bukan, teruslah konsisten berlatih dan mengasah kemampuan kalian dengan disiplin. Karena usaha tidak akan mengkhianati hasil,“ pesan Jocelyn untuk teman-teman yang sedang mengejar mimpi dan cita-cita.

Redaktur: Theresa Hana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Hamli Rizki: Memanfaatkan Bakat Berbicara Menjadi Mata Pencarian Sejak Kuliah

redaksi

Shella Tan, Menjadi Desainer Muda dengan Otodidak

redaksi

Punya Julukan “Dokter Dua Ribu” Ini Dia Kisah Inspiratif Dr. Sudanto

redaksi