Reporter : Zahra Salsabila dan Merry Gultom
Suara USU, Medan. Pada awal bulan Februari setelah berakhirnya libur semester yang juga menjadi permulaan semester baru, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dibuat heboh dengan kosongnya kantin di sekitar area Perpustakaan Universitas Sumatera Utara. Gerai-gerai makanan yang biasanya berjejer memenuhi area kantin kini ditutup tanpa lagi yang tersisa. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan dan juga keresahan dari para mahasiswa.
Pasalnya, kantin Perpustakaan USU menjadi pilihan utama para mahasiswa untuk mengisi perut yang lapar karena harganya yang sesuai dengan kantong mahasiswa serta banyaknya jenis makanan yang dijual. Para mahasiswa yang sering membeli makanan di kantin perpustakaan mulai kebingungan dalam mencari opsi pengganti makanan enak dan murah untuk mereka nikmati. Beberapa mahasiswa juga turut mengungkapkan rasa kecewa mereka atas tutupnya kantin perpustakaan ini.
“Rasanya kecewa ya, apalagi enggak ada pemberitahuan gitu dan kami juga enggak tau apakah para penjualnya bakal jualan lagi di sana atau enggak. Padahal jajanan kantin perpus itu terkenal, apalagi pempek kapal selamnya. Saya sedih ga bisa makan mie tiaw-nya lagi, karena mie tiaw perpus cuma satu-satunya mie tiaw yg saya suka di Medan ini. Semoga para penjualnya kembali berjualan lagi di sana,” ungkap salah satu mahasiswa.
Seluruh mahasiswa juga dibingungkan dengan alasan dari penutupan kantin perpustakaan tersebut. Minim serta simpang siurnya informasi yang didapat, membuat mahasiswa sedikit ragu atas tujuan sebenarnya penutupan kantin perpustakaan ini.
“Saya benar benar sangat kecewa atas tutupnya kantin perpus yang tidak tau penyebabnya, dan banyak info yang simpang siur. Banyak teman-teman saya yang beda fakultas memilih makan di kantin FIB yang lebih dekat dengan Perpustakaan USU,” ucap mahasiswa yang lain.
Posisi kantin perpustakaan yang strategis hingga bisa terjangkau oleh seluruh mahasiswa menjadi salah satu poin kekecewaan mahasiswa ketika kantin tersebut ditutup. Para mahasiswa dari berbagai fakultas harus berjalan jauh untuk sekedar mencari pemadam rasa lapar ke kantin fakultas lain. Hal ini tentu tidak efisien dan sangat merepotkan mengingat setiap mahasiswa juga memiliki kelas dengan jam masuknya yang juga berdekatan.
“Saya merasakan sangat dirugikan sebagai mahasiswa atas terkait masalah tutupnya kantin perpus ini. Saya harus berjalan jauh untuk menumpang di kantin FIB. Bisa lebih praktis dan efisien jika kantin perpus bisa dibuka kembali, apalagi kantin perpus beragam makanan yang dijual sangat ramah di kantong,” tutur Mona, mahasiswa pelanggan setia kantin perpustakaan USU.
Redaktur : Evita Sipahutar

Leave a comment