Home Tulisan Kelompok 3 KKN-T Ilmu Politik USU Gelar Dialog Kebijakan Pariwisata Desa Lingga
Tulisan

Kelompok 3 KKN-T Ilmu Politik USU Gelar Dialog Kebijakan Pariwisata Desa Lingga

Share
Dokumentasi: KKN- T Ilmu Politik USU

Oleh: Kelompok 3 KKN-T Ilmu Politik

Suara USU, Medan. Kelompok KR-03 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) gelar Dialog Kebijakan Desa Budaya Lingga dengan tema “Pengembangan Pariwisata Berbasis Warisan Budaya dan Keindahan Alam” sebagai program kerja utama. Kegiatan ini didasari oleh munculnya aspirasi dari masyarakat Desa Budaya Lingga pada saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes). Acara dilaksanakan pada Senin, 01 Desember 2025 yang berlangsung di Jambur Desa Budaya Lingga mulai dari pukul 18.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapor) Kabupaten Karo, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Budaya Lingga, dan tokoh adat sebagai narasumber. Dihadiri juga  oleh perwakilan Kecamatan Simpang Empat dan Pemerintah Desa Budaya Lingga sebagai fasilitator. 

Penyelenggaraan forum dialog kebijakan ini berangkat dari aspirasi masyarakat Desa Budaya Lingga yang disampaikan melalui berbagai kesempatan, terutama saat Musrenbangdes serta diskusi langsung dengan Kepala Desa. Masyarakat dari beragam elemen seperti ketua Badan Permusyawaratan Desa, tokoh adat, pemuda dan pelaku budaya menyuarakan harapan agar pariwisata desa dapat kembali dihidupkan, khususnya yang berbasis warisan budaya dan keindahan alam. Desa Budaya Lingga memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya dan bernilai tinggi, seperti Rumah Adat Siwaluh Jabu, situs makam raja dan peninggalan sejarah lainnya, narasi cerita rakyat dan sejarah desa, serta pesona alam Bukit Gung Mbelin dan kawasan hutan yang indah. Potensi tersebut pernah menjadikan desa sebagai destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara, namun beberapa tahun terakhir jumlah pengunjung menurun drastis sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya. Melihat situasi tersebut, dialog kebijakan ini menjadi sangat relevan dan dibutuhkan untuk membuka ruang diskusi kolektif, menggali kembali potensi desa, serta merumuskan solusi bersama bagi pembangunan pariwisata berbasis warisan budaya dan keindahan alam, dengan harapan mampu mengembalikan kejayaan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Budaya Lingga, Serpis Ginting, menyampaikan bahwa beberapa tahun silam, tepatnya sebelum peristiwa Bom Bali, desa ini pernah menjadi tujuan wisata yang sangat ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun lokal. Ia menjelaskan bahwa dalam satu kali kunjungan, wisatawan bahkan bisa datang berombongan hingga tiga bus besar. “Ini menjadi perhatian besar kita bersama untuk menghidupkan kembali kejayaan pariwisata tersebut. Kita juga, pemerintah desa, mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Karo memberikan wewenang yang penuh kepada pemerintah desa untuk mengelola Rumah Adat yang kini status pengelolaannya berada pada Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata,” ujar Serpis Ginting.

Penanggung jawab acara, M. Damar Hardiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan diawali tari sambutan Sanggar Tari SD Negeri 040467 Lingga, lalu dilanjutkan sambutan Ketua Kelompok 3 KKN-T Ilmu Politik USU, perwakilan Camat Simpang Empat, dan Kepala Desa Lingga. Sesi utama dipandu moderator Mikhael Hutapea, dengan pemaparan tiga narasumber: Disbudporapor Karo melalui Kabid Kebudayaan Marisa Hanika, SE, Ketua BPD Feri Sinulingga, dan tokoh adat Pedoman Sinulingga. Acara juga menghadirkan diskusi dan tanya jawab bersama masyarakat. Rangkaian ditutup penyerahan sertifikat kepada narasumber serta policy brief kepada Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Karo. “Acara berjalan dengan lancar sesuai rundown yang telah disusun. Harapannya juga acara yang telah kita laksanakan dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Budaya Lingga untuk meningkatkan perekonomian dari bidang pariwisata,” jelas Damar.

Ketua Kelompok 3 KKN-T Ilmu Politik USU, Raihan Jero Tampubolon, turut bangga dengan pencapaian kinerja kelompok. “Sudah hampir dua bulan kita berada di Desa Budaya Lingga untuk KKN dan sekarang sudah mencapai program utama dengan merumuskan policy brief  pengembangan pariwisata Desa Budaya Lingga dan dapat menghadirkan pihak pemerintah Kabupaten Karo serta Pemerintahan Desa Lingga dalam satu forum diskusi yaitu Dialog Kebijakan Publik Desa Budaya Lingga,” ujarnya.

Jero menegaskan bahwa forum tersebut menjadi momentum kolaborasi strategis lintas pemerintahan. Harapan agar terjadi perubahan dan peningkatan taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat desa.

“Budaya dan keindahan alam harus kita lestarikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Kita ingin masyarakat desa dapat merasakan meningkatnya taraf hidup yang jauh lebih baik dengan langkah dan strategi yang baik dari berbagai pihak yang saling kolaborasi,” tutup Jero.

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.