Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Kelvin-Annas, dan Harapan PEMA FKM yang Sehati!

Oleh: Elnada Nadhira Saleh

Suara USU, Medan. Pasangan Kelvin-Annas sudah resmi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara periode 2021/2022 secara aklamasi. Terkait pelantikan Anas, menjelaskan bahwa pelantikan akan diselenggerakan oleh MPMF, direncanakan pada bulan April.

“Untuk rencananya sih jika tidak ada kendala, kalau bisa sebelum tanggal 6 April mendatang,” ujar Annas, Wakil Gubernur Pema FKM USU kepada awak Suara USU (26/3).

“Saya dulu menjadi bendum KAM ASHA ketika KAM ASHA baru pertama kali ikut pemira FKM USU, sedangkan Annas sendiri telah disitu, telah menjadi kader Asha,” jelas Kelvin, Gubernur Pema FKM USU.

Selain diusung oleh KAM ASHA, pasangan Kelvin-Annas ini juga berkoalisi dengan KAM Rabbani. Seperti paslon pada umumnya, pasangan ini juga memiliki polemik sebelum terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Pema FKM USU. Polemik terbesar yang dihadapi adalah pengunduran waktu PEMIRA.

“Polemik yang paling besar adalah diundur ya dari Maret 2020 sampai Desember 2020 dan diundur lagi hampir 1 bulan lebih,” ungkap Annas.

Selain itu, situasi pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu polemik. Mau tidak mau, pasangan ini harus beradaptasi dengan situasi saat ini. Mulai dari pendaftaran, penyiapan berkas, dan juga penyerahan berkas dilakukan secara online. Sehingga pengalaman yang didapat juga kurang berkesan dan terasa.

“Mungkin lebih ke euforia sih kurang karena online gini,” lanjut Kelvin.

Berbicara tentang visi, pasangan ini telah memiiki visi dan program-program yang diharapkan dapat berjalan dan membawa perubahan untuk FKM ke depannya.

“Visi kami adalah terwujudnya Pema FKM USU yang SEHATI. Sehati yang kami gaungkan disini adalah Sinergi, Harmonis, Transformatif & Inspiratif,” tutur Annas.

“Program unggulan yang akan membawa FKM USU lebih baik ada 4. Yang pertama ada Mampir (Malah Penuh Inspirasi), SABI (Sanggar Bicara), COVID (Class Video dan Design), dan TIM REBAHAN (Tim Relawan Bencana dan Pencegahan),” tambah Kelvin.

Meskipun dalam situasi pandemi, hal ini tidak menghalangi pasangan Kelvin-Annas untuk tetap menjalankan program kerja yang sudah direncanakan sebelumnya. Pasangan ini akan menjalankan program kerjanya dengan cara mengubah teknis pelaksanaannya.

“Yang biasanya langsung, akan kami buat melalui online. Seperti contohnya SABI (Sanggar Bicara), karena sanggar tidak boleh dipakai pada saat pandemi sekarang, kami akan membuat ZOOMBI (Zoom Bicara). Sama halnya dengan program yang lain, tinggal mengubah teknisnya dengan beradaptasi pada kendala seperti sekarang,” jelas Kelvin.

“Kami berharap semoga di kondisi seperti sekarang, FKM menjadi lebih baik dan maju dengan promotif preventifnya, terutama ke masyarakat,” tutup Annas di akhir wawancara.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Tampung Karya Mahasiswa Lewat sastra di SASTRADISI USU 2019

suarausu

Pengamat Komunikasi Politik USU Menilik Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

redaksi

Pembayaran Uang Wisuda di Masa Pandemi, Samakah?

redaksi