
Reporter: Muhassanah Nasution
Suara USU, Medan. Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Mahasiswa Sumut Bersuara di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jumat (29/8), diwarnai kericuhan. Insiden terjadi sekitar pukul 15.52 WIB ketika sekelompok pihak yang diduga pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) datang dari arah barat gedung dan meledakkan petasan ke arah massa aksi serta aparat kepolisian. Ledakan itu membuat massa panik dan melarikan diri ke arah timur.
Aparat kepolisian langsung merespons dengan membentuk barisan tameng lengkap dan mengerahkan mobil water cannon untuk menghalau kelompok yang meledakkan petasan. Sekitar pukul 16.00 WIB, bentrokan terjadi antara polisi dan massa aksi. Meski suara ledakan sempat mereda, upaya massa untuk kembali mendekat ke depan Gedung DPRD dihalangi aparat yang masih mewaspadai kemungkinan adanya ledakan susulan.
Tak lama kemudian, suara petasan kembali terdengar. Massa kembali mundur, sementara aparat mengarahkan barisan tameng untuk memukul mundur kelompok yang diduga meledakkan petasan. Massa aksi kemudian bertahan di kawasan simpang Monumen Bola Dunia.
Sekitar pukul 16.20 WIB, komunitas ojek online tiba dan bergabung dengan massa aksi. Kehadiran mereka membuat massa kembali bergerak menuju depan Gedung DPRD untuk melanjutkan demonstrasi.
Sementara itu, aparat kepolisian terus melakukan pengamanan ketat dengan barisan tameng dan mobil water cannon. Polisi mendorong mundur kelompok yang meledakkan petasan hingga ke simpang Lippo Plaza Medan.
Kericuhan ini membuat jalannya aksi sempat terhenti beberapa kali. Namun, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat sipil tetap bertahan menyuarakan tuntutannya di sekitar Gedung DPRD Sumut.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment