
Reporter: Zalfaa Tirta/Reinhard Halomoan
Suara USU, Medan. Setelah tertunda sejak 28 Oktober lalu, sidang verifikasi berkas calon ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya digelar pada Senin (18/11) pukul 16.00 WIB di Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) USU. Sidang berlangsung dengan diwarnai insiden kericuhan.
Sidang ini dilaksanakan oleh format panitia pelaksana (Panpel) baru yang diketuai oleh Raja Kuat Subbhari, dengan Syabina Mubin sebagai sekretaris dan Ade Aulia Ramadhani sebagai bendahara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh empat pasangan bakal calon yang telah mendaftar, yakni Aurick-Samuel, Andika-Khubaib, Muzammil-M. Fatah, dan M. Rasyid-Qaedif. Ketua dan sekretaris Badan Pengawas Pemira (Bawasra), Ibnu Hibban dan Desy Fitri, juga turut hadir.
Di tengah sidang, mantan Ketua Panpel, Alvi Satrianda, dan Koordinator Administrasi Kesekretariatan sebelumnya, Naatilah, mencoba menghentikan jalannya sidang. Mereka meminta Raja Kuat Subbhari selaku Ketua Panitia Pelaksanaan (Panpel) Pemilihan Raya (Pemira) USU 2024 keluar dari ruangan. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha menerobos masuk, namun dicegah oleh petugas keamanan. Situasi memanas saat Naatilah melakukan aksi anarkis, seperti membanting meja dan membawa botol berisi bahan bakar sebagai ancaman.
Meskipun terjadi kericuhan, sidang tetap dilanjutkan dengan penjagaan ketat dari satuan pengamanan USU dan Resimen Mahasiswa (Menwa). Saat mencoba mendobrak pintu sekretariat yang dibarikade Menwa, kaca pintu pecah akibat dorongan paksa. Tak lama, Direktur Direktorat Prestasi Mahasiswa dan Hubungan Kealumnian (Ditmawalumni) USU, Rahma Yurliani tiba di lokasi dan mengajak Alvi untuk mediasi secara personal.
Sidang diakhiri dengan putusan yang meloloskan tiga pasangan calon, yaitu Rasyid-Qaedif, Muzammil-Fatah, dan Andika-Khubaib. Sementara itu, pasangan Aurick-Samuel digugurkan karena terlambat menyerahkan berkas.
“Sedikit kronologis, alasan mereka (pasangan Aurick-Samuel) terlambat karena adanya demo, jadi mereka tertahan sekitar 15 menit disitu,” ujar Raja. Namun, terdapat sanggahan bahwa meskipun ada demo, mereka seharusnya masih bisa mencapai sekretariat melalui jalur alternatif yang tersedia.
Salah satu calon ketua BEM, M. Rasyid Situmorang, menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui dinamika yang terjadi antara Panitia Pelaksana (Panpel) dan Badan Pengawas Pemira (Bawasra). “Soal itu saya tidak tahu. Yang kami tahu adalah Panpel yang terbentuk dari hasil sidang istimewa kemarin adalah Panpel yang sudah sah,” ujar Rasyid.
Ia juga menambahkan bahwa konflik seperti ini merupakan hal yang kerap terjadi. “Ini memang dinamika yang biasa terjadi, tetapi memang ada kesalahan dari panpel terdahulu yang melaksanakan sidang secara tertutup. Kami sendiri beberapa kali memasukkan laporan ke Bawasra sesuai dengan prosedur administrasi,” jelasnya.
Setelah sidang verifikasi berkas, Panpel akan melaksanakan pencabutan nomor pasangan calon ketua dan wakil ketua BEM USU pada hari Selasa (19/9) pukul 13.00 WIB.
Redaktur: Feby Simarmata
Leave a comment