Home Kabar Kampus Kompas USU Dirikan Sekolah Darurat di Lokasi Terdampak Banjir
Kabar Kampus

Kompas USU Dirikan Sekolah Darurat di Lokasi Terdampak Banjir

Share

Reporter: Muhassanah Nasution

Korps Mahasiswa Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (Kompas) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Sekolah Darurat KU (Kompas USU) di Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang sejak tanggal 2 hingga 26 Januari 2026. Sekolah Darurat KU ini hadir sebagai bentuk upaya pemulihan wilayah terdampak bencana banjir Sumatera 2025 dengan mengangkat tema “Pulih Bersama, Bangkit Melalui Pendidikan”. 

Ketua Umum Kompas USU, Raja Kuat Subhari, mengungkapkan alasan dibangunnya Sekolah Darurat KU di lokasi terdampak banjir. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui bantuan fisik, tetapi juga dimulai dari sektor pendidikan.

“Setelah sebulan pascabanjir, Kompas USU menilai bahwa pemulihan juga bisa dibangun melalui pendidikan. Sebab, yang terdampak bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak. Di lapangan, anak-anak memang terlihat senang dan nyaman bermain bebas, tetapi sebagai mahasiswa, apakah kita akan diam saja? Mengingat banyak sekolah yang terendam banjir, kami menyimpulkan bahwa perlu dilaksanakan kegiatan yang bersifat edukatif dan mendidik bagi anak-anak,” jelas Raja.

Gagasan pembentukan sekolah darurat ini telah hadir sejak asesmen lokasi bencana yang dilakukan Kompas USU pada 20-21 Desember 2025 yang menunjukkan perlunya penyelenggara sekolah darurat. 

Sebagai tindak lanjut asesmen awal, Kompas USU kembali melakukan asesmen lanjutan pada 27-28 Desember di Desa Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Asesmen dilakukan dengan melakukan observasi lapangan, diskusi dengan masyarakat dan perangkat desa, koordinasi dengan dinas pendidikan serta uji coba sekolah darurat selama dua hari. Kompas USU juga membagikan 250 paket tas dan alat tulis sekaligus mendata jumlah peserta didik. Kompas USU kemudian membuka pendaftaran volunteer pada 26 Desember 2025.

Dalam pelaksanaannya, sekolah darurat ini melibatkan 30 anggota aktif Kompas USU serta 48 relawan. Seluruh relawan dibagi ke dalam empat kelompok yang bertugas secara bergiliran dalam beberapa gelombang, dengan durasi pengabdian masing-masing selama satu minggu.

Sasaran dari pelaksanaan sekolah darurat ini yaitu anak-anak yang berada di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terdapat sekitar 70 hingga 60 anak aktif menjadi peserta didik di Sekolah Darurat KU. Penyelenggaraan sekolah darurat ini juga disambut baik oleh masyarakat setempat.

Sekolah Darurat KU memiliki tiga rangkaian kegiatan utama. Pertama, kegiatan belajar mengajar yang meliputi membaca, menulis, dan berhitung, serta penyampaian materi dasar yang disesuaikan dengan jenjang usia peserta. Kedua, kegiatan pemulihan psikologis melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kelompok yang bertujuan untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan anak-anak akibat bencana. Ketiga, kegiatan keagamaan yang meliputi mengaji dan doa bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara interaktif, menarik, dan menyenangkan guna membangun rasa nyaman serta meningkatkan keaktifan seluruh peserta sekolah darurat.

Raja Kuat Subhari selaku Ketua Umum Kompas USU turut menyampaikan harapannya setelah pelaksanaan kegiatan Sekolah Darurat KU. Ia berharap kehadiran Kompas USU dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan kembali harapan di tengah situasi pascabencana.

“Kami berharap kehadiran kami dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membawa harapan bahwa tidak semuanya berhenti setelah bencana ini terjadi. Meski rumah hancur, kebun hancur, dan sawah hancur, kami berusaha hadir membantu membangun kembali melalui pendidikan agar masyarakat dapat terus bangkit, maju, dan tidak putus asa,” ujarnya.

Selain itu, Raja juga mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih sadar dan mengambil tanggung jawab sosial dengan turut memberikan kontribusi dalam membangkitkan semangat para korban terdampak bencana banjir di Sumatera.

Redaktur: Katrin Alina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.