SUARA USU
Uncategorized

Kurangnya Rasa Peduli Mahasiswa Terhadap Kebudayaan Sebagai Identitas Nasional

Sumber foto : jogja.disway.id

Penulis : Anita Marwani Siregar/Fifie Adelia Herlinda Sitorus/Grace Angela Sinaga/Aurora Hannah Ariana Hutapea/Fanisah Humairah Hilma/Muhammad Asyraf Rizki/Winfrid Agave Lumbantoruan

Suara USU, Medan. Kebudayaan Indonesia merupakan warisan yang kaya dan beragam yang mencerminkan identitas nasional kita. Namun, fenomena yang mengkhawatirkan saat ini adalah kurangnya rasa peduli mahasiswa terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas nasional. Mahasiswa cenderung lebih tertarik pada trend budaya populer dari luar negeri dan kurang mempelajari seni dan budaya tradisional yang menjadi bagian integral dari warisan budaya kita. Hal ini mengakibatkan hilangnya nilai-nilai luhur bangsa, timbulnya berbagai permasalahan sosial, serta melemahnya rasa persatuan nasional.

Kurangnya rasa peduli mahasiswa terhadap kebudayaan Indonesia memiliki dampak negatif yang signifikan. Pertama, terjadi penurunan nilai-nilai luhur bangsa dalam masyarakat. Mahasiswa yang tidak peduli terhadap kebudayaan cenderung kehilangan pemahaman tentang nilai-nilai tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas kita sebagai bangsa. Kedua, kurangnya rasa peduli ini memicu timbulnya berbagai permasalahan sosial. Ketika generasi muda tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang kebudayaan lokal, mereka rentan terhadap budaya asing yang mungkin tidak selalu sesuai dengan karakteristik bangsa kita. Ketiga, kurangnya rasa peduli ini melemahkan rasa persatuan nasional. Identitas nasional kita terbentuk melalui kebudayaan yang beragam, dan jika generasi muda tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang kebudayaan Indonesia, maka rasa persatuan kita sebagai bangsa juga akan terpengaruh. 

Untuk mengatasi kurangnya rasa peduli mahasiswa terhadap kebudayaan Indonesia, diperlukan upaya-upaya serius, yaitu :

  • Materi kebudayaan perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Dengan demikian, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebudayaan Indonesia sejak dini.
  • Perlu diadakan kegiatan-kegiatan kebudayaan di kampus. Ini dapat meliputi pertunjukan seni, pameran budaya, dan diskusi mengenai kebudayaan Indonesia.
  • Mahasiswa perlu didorong untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian budaya.Dengan terlibat langsung dalam kegiatan sepertiupacara adat, festival budaya, atau proyek pelestarian warisan budaya, mahasiswa dapat mengembangkan rasa peduli yang lebih kuat terhadap kebudayaan Indonesia.
  • Penghargaan dapat diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi dalam bidang kebudayaan. Ini akan mendorong para mahasiswa untuk lebih tertarik dan terlibat dalam kegiatan budaya.
  • Teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi tentang kebudayaan Indonesia. Melalui media sosial, situs web, atau aplikasi khusus, sehingga mahasiswa dapat mengakses informasi tentang kebudayaan dengan lebih mudah dan dapat memperluas pemahaman mereka.

Kurangnya rasa peduli mahasiswa terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas nasional merupakan masalah serius yang perlu segera ditangani. Melalui upaya-upaya yang serius dan terpadu dapat meningkatkan rasa peduli mahasiswa terhadap kebudayaan Indonesia. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Dengan meningkatkan rasa peduli terhadap kebudayaan, mahasiswa dapat menjadi benteng kokoh dalam menghadapi gempuran budaya asing dan memastikan identitas nasional Indonesia tetap lestari untuk generasi berikutnya.

Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen
pengampu: Onan M. Siregar, M. Si.

Redaktur : Balqis Aurora 

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penerapan Nilai-nilai Pancasila dan Nasionalisme melalui Pendidikan Kewarganegaraan

redaksi

Membentengi Generasi Z dari Krisis Moralitas dengan Pancasila

redaksi

Mengenal Budaya Organisasi pada Karyawan Untuk Keberlangsungan PT. Lautan Persada

redaksi