SUARA USU
Uncategorized

Kurangnya Tatakrama Anak Muda Zaman Sekarang

sumber foto: id.theasianparent.com

Penulis: Dormaulina Sitanggang

Suara USU, Medan. Belakangan ini banyak keluhan dari orang-orang mengenai kesopanan anak muda di zaman sekarang. Banyak anggapan yang dilontarkan seolah anak muda zaman sekarang tidak diajarkan sopan santun oleh gurunya maupun orang tuanya. Menurut salah satu hasil penelitian yang melakukan survei terhadap orang tua di seluruh dunia, hasil penelitan tersebut menyebutkan sebanyak 70% dari total orang tua yang diwawancarai mengakui bahwa anak muda zaman sekarang memang tidak sopan jika dibandingkan dengan anak muda zaman dulu.

Maraknya kasus ketidaksopanan akhir-akhir ini membuat pembahasan tentang etika tatakrama perlu untuk diangkat. Tatakrama menjadi bagian yang tidak lepas dari kehidupan kita. Pentingnya tatakrama ternyata membuat kita untuk lebih peduli akan kondisi saat ini, khususya yang terjadi pada anak muda.

Apakah anak muda zaman sekarang tidak sopan?

Kalau pertanyaan ini diajukan kepada kita, apakah benar anak muda zaman sekarang tidak sopan? Ada satu penelitian yang meneliti 14.000 mahasiswa dari berbagai macam negara terkait tatakrama. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak muda zaman sekarang memiliki empati 40% lebih rendah dibanding anak muda zaman dulu dan 30%-nya seringkali lupa untuk mengatakan terima kasih, maaf, tolong, dan kata-kata yang umum diucapkan sebagai bentuk tatakrama.

Lalu, apa yang menjadi alasan menurunnya etika sopan santun pada anak muda saat ini? Pertama, anak muda yang rata-rata berada di usia remaja sering disebut egosentris karena merasa paling benar dan ketika orang lain menegur perbuatan mereka, terkadang mereka ada saja yang tidak terima dan malah berujung berontak. Alasan kedua datang dari pengaruh lingkungan. Di zaman yang semakin maju, globalisasi ada di mana-mana dan orang semakin bebas. Keberadaaan kecanggihan teknologi tidak menutup kemungkinan adanya pengikisan pembelajaran dari orang tua maupun sekolah. Hal lainnya yang bisa membuat penurunan dalam hal etika yang mungkin disebabkan saat di rumah tidak terlalu diajarkan karena orang tua yang sibuk mengakibatkan anak-anaknya sibuk bermain HP dan mengikuti kebiasaan dengan teman-temannya, baik itu bicara kasar kepada sesama mereka.

Akhirnya, beginilah situasi anak muda di zaman sekarang yang belum lagi dipengaruhi oleh kemudahan untuk mengutarakan pendapat, khususnya di media sosial. Melalui media sosial, anak muda bisa berinteraksi secara luas dan bebas, berbagi informasi secara bebas, dan memperoleh informasi apapun dengan bebas dari internet. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana sopan santun yang seharusnya terjadi? Apakah yang terjadi pada anak muda saat ini adalah hal yang wajar?

Pentingnya Etika dan Etiket

Untuk menangani kasus berkurangnya tatakrama pada anak muda, kita perlu mengenalkan kembali dan menekankan akan etika dan etiket. Berbicara tentang etika dan etiket, sebenarnya letak perbedaannya ada di mana? Etika bisa kita artikan sebagai panduan nilai moral yang mampu mengatur hidup supaya kita bisa berperilaku baik, supaya kita bisa berperilaku harmonis, supaya di peradaban ini ada peraturannya. Berbeda dengan etiket yang jika di etika bilang kita harus berbuat baik kepada orang lain sebagai manusia, etiketnya adalah bagaimana caranya kita berbuat baik kepada orang lain? Bagaimana kita meminta tolong kepada orang lain? Bagaimana kita meminta maaf kepada orang lain?

Dari penjelasan tentang etika dan etiket yang telah disebutkan, semuanya berpusat pada diri sendiri. Untuk itu, butuh konsep keutuhan diri yang mampu menunjukkan bagaimana kita menjadi diri kita sepenuhnya agar kita bisa menjalankan peran dengan sempurna. Menyadari diri dan peran sangat penting supaya kita bisa menjalani konsep etika dan etiket. Intinya adalah bagaimana kita bisa paham paham betul secara mendalam bagaimana diri kita dan bagaimana peran yang harus dijalankan di ranah sosial.

Setelah membahas banyak hal, pertanyaan apakah benar anak muda sekarang ini tidak sopan? Jawabannya adalah cenderung benar meskipun relatif karena etika dan etiket akan terus berubah. Yang dulunya dilarang bisa saja sekarang tidak dilarang dan yang dulunya dilaksanakan bisa jadi sekarang malah tidak boleh. Intinya adalah bagaimana cara kita memperlakukan orang lain dengan baik seperti kita mau diperlakukan oleh orang lain.

Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Dasar-dasar Jurnalistik dengan Dosen Pengampu: Emilia Ramadhani, S.Sos., S.Psi., M.A.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Jurnalis Untuk Pria: Antara Mimpi Dan Ketidakadilan

redaksi

Penggunaan Metode Linear Programer dalam Menghitung Maximum Profit pada Jus Buah Alfresco

redaksi

Mencintai Produk Luar Negeri Melunturkan Nilai-nilai Pancasila

redaksi