Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Opini

Lika-liku Pemira USU

Tangkapan layar komentar KPU USU dan ilustrasi Lika-liku Pemira USU.

Oleh: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, Medan. Setelah sebelumnya melakukan survei pada 7 Juli 2020, Komisi Pemilihan Umum Universitas Sumatera Utara (KPU USU) akhirnya membuat pernyataan pada 8 Oktober bahwa secara resmi Pemira akan dilaksanakan secara online berdasarkan hasil rapat pleno ke IX.

Per 14 Oktober kemarin, lewat akun Instagram resminya, @kpu.usu resmi merilis timeline atau jadwal untuk pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira). Berdasarkan keputusan itu, menjadikan Pemira pertama kalinya akan dilaksanakan secara online.

Terang saja hal ini menjadi buah bibir di kalangan para mahasiswa. Yang pertama adalah tentang tidak adanya informasi tentang hasil rapat dengan Wakil Rektor 1. Pun sebagian para mahasiswa juga masih menanyakan apa urgensi dari Pemira ini hingga harus dilaksanakan secara online. Terlepas dari pandemi yang belum usai dan kuliah yang masih daring.

Pemira tahun ini yang sebelumnya  juga sempat mangkrak untuk waktu yang cukup lama, dan PEMA USU yang juga vacuum of power ditengarai membuat partisipasi mahasiswa untuk ikut Pemira turun. Apalagi dengan realita bahwa banyak momentum penting yang terlewat. Seperti keadilan untuk bantuan kuota internet oleh USU, dan keringanan UKT bagi mahasiswa USU yang beberapa waktu lalu membuat geger seluruh civitas akademika.

Selain itu, tidak dilibatkannya para mahasiswa baru stambuk 2020 dinilai juga sangat disayangkan. Meskipun mereka tidak mengikuti rangkaian Pemira dari awal, mereka juga punya hak suara yang sama sebagai mahasiswa USU. Apalagi dengan kenyataan bahwa mereka sudah resmi menjadi Mahasiswa USU dan terdaftar di portal USU sebagai bagian dari “keluarga USU”.

Tak hanya itu, pada Pemira ini ada kejadian menarik lain yang terjadi. Yaitu mundurnya 3 pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Mahasiswa dan hanya menyisakan 2 calon Pasangan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa. Adapun 3 calon Presiden dan calon Wakil Presiden Mahasiswa yang mundur yaitu:

  1. Reza-Raju dari jalur independen (Cinta Baru USU)
  2. Dimas-Gifterius yang diusung KAM Reformasi (TLO USU)
  3. Imam-Kelvin yang diusung KAM Perubahan dan KAM Bhinneka (SATU USU)

Padahal sebelumnya, 3 paslon ini juga termasuk yang paling bersinar. Bahkan termasuk aktif dalam kegiatan kampanye sebelum pandemi lalu. Ambil contoh seperti Paslon Cinta Baru USU yang sejak awal tampak aktif di kampanye media sosialnya. Mereka yang satu-satunya pasangan calon dari jalur independen diproyeksikan jadi salah satu calon kuat Pemira. Namun dengan alasan yang mungkin cuma mereka yang tahu, pasangan itu mundur baik-baik. Ditandai dari klarifikasi di akun instagram Cinta Baru USU milik mereka.

Selain Paslon Cinta Baru, ada juga Paslon TLO USU, yakni Dimas dan Gifterius. Dimas yang pada Pema tahun lalu menjabat Menteri Dalam Negeri sekaligus PLT Presiden Mahasiswa USU juga harus berhenti di tengah jalan dengan alasan yang tak jelas.

Dan dari kelima pasangan calon presiden dan calon wakil presiden mahasiswa USU yang mendaftar pada awalnya, kini hanya tersisa 2 pasangan calon yaitu:

  1. Paslon nomor urut 1 Rizki-Anas yang diusung oleh KAM Madani dan KAM Perubahan (KOLEGA USU)
  2. Paslon nomor urut 2 Aldo-Yoga yang diusung oleh KAM Rabbani ( ESKALASIIN AJA)

Alhasil, atas kejadian ini, banyak yang menyebut Pemira kali ini sebagai ‘Head to Head’ antara HMI dan Rabbani. Banyak yang menanti kiprah HMI sebagai oposisi pada perebutan kekuasaan kali ini, mengingat 3 tahun ini, KAM Rabbani sebagai petahana selalu memenangkan Pemira.

Untuk Kelompok Aspirasi Mahasiswa (KAM), tidak ada perubahan. Kelima KAM memutuskan tetap ikut dan ambil bagian dari pesta demokrasi kampus hijau ini. Berikut nomor dari kelima KAM yang lulus verifikasi:

  1. Nomor urut 1 KAM Perubahan
  2. Nomor urut 2 KAM Rabbani
  3. Nomor urut 3 KAM Bhinneka
  4. Nomor urut 4 KAM Reformasi
  5. Nomor urut 5 KAM Madani

Jika tepat waktu, sesuai dengan timeline yang mereka rilis pada 11 November, KPU USU wajib mengeluarkan hasil dari Pemira online tahun ini.

Mahasiswa USU tentu mengharapkan agar Pemira dapat terbuka dan terjamin legalitas dan transparansinya. Dan semoga para pemenang dari pesta demokrasi kampus ini, adalah benar-benar mereka yang terbaik. Dan mampu mengemban sepenuh hati amanah kepemimpinan meski dengan banyak lika-liku Pemira USU tahun ini.

Penyunting: Kurniadi

 

Related posts

Jalani Tes Kepribadian di Internet, Self-Diagnosis Berujung Penyakit Mental

redaksi

Kebebasan Miras, Untung atau Rugi?

redaksi

THR, Penting atau Tidak?

redaksi