Oleh : Anastasyia Dwi T Sitinjak
Suara USU, Medan. Kata “masih ada waktunya” tentu tidak asing terdengar di telinga kita. Namun apa maknanya? Apakah sebuah ucapan doa? Mungkin harapan? Atau ada hal lain? Penyanyi Nadhif Basmalah menuangkannya lewat sebuah lagu yang berjudul “Masih Ada Waktunya”. Lagu yang rilis pada 18 April 2025 ini diproduseri oleh Petra Sihombing dan merupakan bagian dari album Nadhif yang berjudul “Laman Berikutnya” yang bertemakan pertumbuhan pribadi, hubungan antar orang tua dan anak, serta pelajaran hidup.
Dari segi aransemen, lagu ini menggunakan melodi yang lembut dan perlahan. Sentuhan piano dan gitar semakin membangun suasana yang reflektif dalam lagu.
Katamu ku diperhatikan
Setiap ku mengingat-Nya
Kau ajari semua berharga
Benar salah keputusanmu
Pada bait pertama, lirik tersebut menggambarkan sosok ibu yang tidak hanya memberikan perhatian, tetapi juga membentuk cara anak dalam melihat kehidupan. Perhatian ibu terlihat dari bagaimana ia selalu mengingatkan dan mengajarkan hal-hal yang dianggap penting. Lirik “Setiap ku mengingat-Nya” menunjukkan adanya nilai keagamaan yang ditanamkan ibu kepada anak. Sementara itu, “Kau ajari semua berharga” menunjukkan bahwa ibu mengajarkan anak untuk menghargai berbagai hal dalam hidup. Kemudian, kalimat “Benar salah keputusanmu” menggambarkan ibu yang mengajarkan kepada anak bahwa setiap keputusan, benar atau salah, merupakan bagian dari proses hidup.
Semoga kau masih ada waktunya
Tuk melihat diriku berguna
Karena ku bertanya apa bisa
Ku kembalikan yang kau berikan
Memasuki bait kedua, lagu memperlihatkan rasa sayang sekaligus keinginan anak untuk membahagiakan ibunya. Bagi seorang anak, sosok ibu begitu sangat berharga dan berharap sang ibu sehat tuk melihat anak-anaknya berguna.
Pada bait “Ku kembalikan yang kau berikan” juga menunjukkan rasa terima kasih yang sangat mendalam. Seorang anak mungkin tidak akan mampu membalas seluruh kasih sayang, pengorbanan, dan perjuangan yang telah diberikan oleh ibunya. Namun, keinginan untuk membalasnya menjadi bentuk kesadaran bahwa apa yang telah dilakukan ibu memiliki arti besar dalam kehidupan anak.
Dari segi penulisan lirik, lagu ini tidak menggunakan bahasa yang rumit. Liriknya dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga makna lagu dapat tersampaikan dengan baik. Visualisasi dalam lagu juga menambah kesan yang tenang sekaligus nyaman.
Caramu melihat dunia
Dan segala kotornya
Kau jalani tanpa putus asa
Dan aku mengaguminya
Kau wanita
Yang terkuat yang ku tahu
Yang terindah
Yang doanya selamatkanku
Memasuki lirik berikutnya, sang anak mengungkapkan kekaguman dan rasa kasih sayang kepada sang ibu. Kalimat “yang doanya selamatkanku” menunjukkan bahwa sang ibu dianggap sebagai bentuk perlindungan dan dukungan yang selalu menyertai kehidupan sang anak.
Secara keseluruhan, “Masih Ada Waktunya” tidak hanya menceritakan tentang kasih sayang seorang anak kepada ibunya. Lagu ini juga memperlihatkan rasa terima kasih, kekaguman, harapan, dan keinginan seorang anak untuk membalas apa yang telah diberikan oleh ibunya. Kata “waktu” dalam lagu ini terasa penting karena menunjukkan adanya harapan agar kesempatan bersama ibu masih panjang.
Pada akhirnya, lagu ini mengingatkan bahwa kehadiran orang tua merupakan sesuatu yang berharga dan sering kali baru benar-benar disadari ketika seseorang mulai memahami besarnya pengorbanan mereka.
Lagu ini juga menjadi pengingat bagi anak untuk tidak menunggu sampai kehilangan kesempatan untuk menunjukkan rasa sayang, berterima kasih, dan membuat orang tua merasa bangga. Sebab, waktu untuk menunjukkan kasih sayang tidak selalu tersedia selamanya, dan setiap momen bersama orang tua patut disyukuri selagi masih ada kesempatan.
Redaktur : Naisya Husna Hafizahtul Salwa Anshari
Leave a comment