SUARA USU
Film

Looking Up, Kisah Pilu Dibalik Perjuangan Astronot Sukses

Oleh: Amanda Amelia

Suara USU, MEDAN. Review film kali ini kami membawa cerita inspiratif yang berasal dari negeri tirai bambu. Cerita yang sukses membawa penonton terbawa perasaan haru biru. “Looking Up” adalah sebuah film komedi keluarga tentang hubungan antara ayah dan anak laki-lakinya yang kelak menjadi seorang astronot. Film ini tayang perdana di Tiongkok pada 18 Juli 2019. Disutradarai oleh Deng Chao dan Baimei Yu . Cerita yang ditulis oleh Baimei Yu, yang diproduksi oleh Leng Yi, dan dibintangi oleh Deng Chao , Bai Yu , Suxi Ren , Xi Wang , dan Xilun Sun.

Film ini diawali dengan seorang astronot bernama Ma Fei yang diwawancarai sesaat sebelum ke luar angkasa bersama seorang rekannya. Saat kamera dan pertanyaan tertuju padanya, ia pun tersenyum sambil mengenang orang yang sangat dicintainya yaitu ‘ayah’.

Film ini di ikuti oleh alur mundur yang diawali bagian tersentuh sejak dipenjaranya Ma Haowen, seorang ayah dan seorang arsitek yang luar biasa dalam melindungi keluarganya. Tetapi masalah tiba-tiba datang, jembatan yang ia bangun yang mengakibatkan dirinya harus dipenjara. Sejak adegan di dalam penjara itu, emosional penonton sudah mulai dirasakan.

Anaknya Ma Fei, tak ingin pulang ia ingin tinggal bersama ayahnya. Saat ayahnya dipenjara, Ma Fei tinggal bersama ibunya dan bapak tirinya yang kaya-raya. Karena memiliki uang, Ma Fei dikirim ke sekolah ternama dengan fasilitas asrama dengan harapan ia bisa kembali dan sukses, selalu didukung dengan uang dan kebutuhan yang tercukupi. Dan disaat itu juga Ma Fei terus menunggu dengan mengingat janji ayahnya yang akan datang untuk menjemputnya.

Dan ayahnya pun menempati janjinya . Ayahnya datang tetapi diawali oleh kabar anaknya yang di keluarkan dari sekolah. Awalnya Ma Fei menolak kehadiran ayahnya yang datang tiba-tiba. Tetapi akhirnya Ma Fei menerima ayahnya kembali. Mereka lalu tinggal bersama, menjalani hari-hari berdua.

Ayahnya mendidik Ma Fei memberikan kebebasan berkreasi dan belajar semaunya. Tetapi tetap fokus dengan tantangan yang pernah disepakati antara Ayahnya dan Kepala Sekolah, bahwa Ma Fei diberi kesempatan kedua oleh sekolah dengan syarat saat ujian semester ia harus masuk sepuluh besar. Dan itu terbukti di acara kelulusan Ma Fei yang menjadikannya siswa terbaik diantara yang terbaik.

Dibalik kilasan masa lalu Ma Fei , dapat disimpulkan bahwa Film yang disutradai oleh Chao Deng dan Baimei Yu ini mencoba menghadirkan orang yang sangat berpengaruh dalam pembentukan watak dan karakter Ma fei, yakni sosok seorang ayah.

Ayahnya sangat berperan dalam mengubah pola pikir seorang anak. Ayah Ma Fei tidak pernah menyerah dalam mendidik anaknya. Sang ayah selalu mengajari anaknya dengan berbagai filosofi hidup agar sang anak bisa sukses dalam hidupnya walaupun dalam titik terendah sang anak.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Film No Time to Die: Penutup Epik Daniel Craig sebagai James Bond

redaksi

Ranah 3 Warna, Kisah Perjuangan Meraih Sebuah Mimpi

redaksi

Mengulik Rahasia Kesuksesan Pebisnis Muda Melalui Film The Billionaire

redaksi