
Reporter: Muhammad Shalihul Amri
Suara USU, Medan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2025, ratusan mahasiswa, komunitas lingkungan, masyarakat, dan Pemerintah Kota Medan bergotong royong dalam kegiatan bertajuk “Aksi Kolektif Peduli Danau Siombak” yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Juni 2025, di kawasan Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Kegiatan ini dimulai dengan aksi bersih-bersih sampah di sekitar danau pada tanggal 4 Juni 2025. Keesokan harinya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilanjutkan dengan upacara, penanaman mangrove, aksi bersih lanjutan, dan ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan lintas elemen masyarakat.
Aksi ini merupakan kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, Ikatan Alumni Kehutanan (IKAHUT), Pemerintah Kota Medan, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Ketua IKAHUT USU, Yudha Lesmana Pohan, menyampaikan bahwa aksi ini lahir dari keprihatinan melihat kondisi Danau Siombak yang tercemar oleh sampah.
“Ini aksi inisiatif kita. Awalnya saat berwisata, kita melihat danau ini sangat tidak sehat banyak sampah yang mengambang. Dari situ, kami ajak teman-teman lewat media sosial dan komunitas untuk bergerak pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Jarang sekali mahasiswa bergerak dari hati nurani untuk peduli pada alam. Ini luar biasa dan sangat mengharukan. Harapannya, generasi selanjutnya juga bisa menjaga kelestarian bumi,” ujar Yudha pada 5 Juni 2025.
Ia juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang terlibat secara aktif, bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan.
Dr. Oding Affandi, S.Hut., M.P., dosen kehutanan yang turut menggagas kegiatan ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang dikaitkan dengan mata kuliah Komunikasi Informasi dan Sosiologi Kehutanan.
“Keberhasilan program seperti pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan tak bisa dilakukan hanya oleh kampus atau alumni. Maka dari itu, kami berkolaborasi dengan lurah, pemuda, NGO, bahkan mengadakan audiensi dengan Wali Kota. Hasilnya, semua pihak menyambut baik inisiatif ini,” ujarnya saat diwawancarai pada 4 Juni 2025.
Ketua panitia dari mahasiswa Kehutanan USU, M. Daffa Pasaribu, menyebut bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pemko Medan, BPBD Kota Medan, Dinas Lingkungan Hidup, dan komunitas AMPIBI.
“Bang Yudha menjadi jembatan antara mahasiswa dan Pemko Medan. Harapannya, Danau Siombak bisa dijaga bersama karena ini bisa jadi ikon dan potensi ekonomi masyarakat. Tapi masyarakat juga harus berhenti buang sampah, apalagi dari TPA,” katanya.
Zefanya Sianipar, salah satu peserta aksi dari mahasiswa Kehutanan USU, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Sebagai anak kehutanan, saya merasa ini pengalaman penting. Tapi saya juga miris melihat banyaknya sampah rumah tangga seperti popok. Sayang banget danau seindah ini harus rusak. Ayo kita mulai sadar, dari diri kita sendiri, untuk Medan,” pesannya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Medan Rico Waas, serta beberapa anggota DPRD Kota Medan seperti dr. H. Muslim Harahap, M.SP., Saiful Bahri, S.E., dan Margaret, M.S. Kehadiran pejabat publik ini menunjukkan dukungan nyata terhadap gerakan kolektif lingkungan yang tumbuh dari inisiatif akar rumput.
Hari Lingkungan Hidup tahun ini mengusung tema global “Mengakhiri Polusi Plastik”, yang menjadi panggilan mendesak bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola limbah dengan lebih bertanggung jawab.
Melalui aksi ini, harapannya Danau Siombak bukan hanya menjadi objek wisata, tetapi juga simbol kolaborasi dan kesadaran ekologis Kota Medan.
Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom
Leave a comment