
Reporter: Naziratun Nikmah
Suara USU, Medan. Tim Seminar Universitas Sumatera Utara (USU) meraih lima penghargaan internasional pada 24th IMT-GT Varsity Carnival yang diselenggarakan di Thaksin University, Songkhla, Thailand pada 1 November 2025. Lima penghargaan yang diraih berasal dari dua kategori kompetisi yaitu kategori universitas, tim meraih Best Overall, Best Presentation (Silver), dan Best Paper (Bronze). Sementara itu, dua penghargaan lainnya diperoleh dari kategori Mixed Group yang dimana kategori ini merupakan gabungan grup dengan delegasi dari universitas lainnya.
Delegasi USU berisikan tiga orang yaitu, Devlin Halomoan Simanihuruk, Zaitun S. Prasadanta Samosir, dan Atikah Sabrina Siregar. Mereka dipilih melalui proses seleksi internal yang ketat. Salah satu delegasi, Zaitun S. Parsadanta Samosir dari Fakultas Psikologi, menjelaskan bahwa seleksi diawali dengan proses screening dan interview.
“Kita diminta untuk submit dokumen, kemudian essay berisi gagasan kreatif dalam bahasa Inggris. Kemudian kalau dinyatakan lulus, akan masuk ke interview phase. Di sini interview dilaksanakan full English dan membedah isi essay kita,” ujar Zaitun.
Hal yang sama disampaikan oleh delegasi lainnya, Atikah Sabrina Siregar, yang menyebut bahwa seleksi terdiri dari dua tahap. “Yang pertama adalah pengumpulan berkas CV dan essay. Setelah tahapan pertama, yang kedua adalah tahapan interview. Dalam hal ini, dosen pembimbing mengambil peran dalam menyeleksi tiga mahasiswa terpilih,” ujar Atikah.
Tim menjalani persiapan sekitar tiga bulan sebelum berangkat. Zaitun menyebut bahwa proses ini mencakup riset lengkap seperti penelitian empiris, penyusunan tulisan ilmiah, dan latihan presentasi. “Kita lakukan mini riset selama kurang lebih 3 bulan. Proses panjang, karena kita menggunakan data empirik, literature review juga, dan analisis untuk hasil datanya,” jelasnya.
Atikah menambahkan bahwa dalam kurun waktu tersebut tim mempersiapkan seluruh kebutuhan akademik. “Dalam 3 bulan tersebut, tim melakukan penelitian, mempersiapkan paper sekaligus presentasi yang akan dibawakan di Thailand,” ujarnya.
Selama proses persiapan, tantangan yang dihadapi oleh tim lebih bersifat teknis tetapi hal tersebut masih dapat diatasi oleh tim. “Selama proses, tantangannya mungkin lebih ke hal-hal teknis aja sih, kayak gimana etika kepenulisan yang baik sampai ke prosedur penggunaan alat ukur, tapi masih bisa ditangani,” ujar Zaitun.
Sementara itu, Atikah mengaku tantangannya terasa ketika melihat kualitas presentasi dari universitas lain. “Selain dari tantangan, ini lebih ke kagum bagaimana universitas dari negara lain mempresentasikan idenya dengan sangat baik,” ungkapnya.
Selain komunikasi yang baik, faktor keberhasilan tim dinilai berasal dari kemampuan berpikir ilmiah dan kerja sama. “Scientific thinking skills sih. Karena ini sifatnya akademik, kita memang dituntut untuk bisa berpikir sistematis,” ungkap Zaitun.
Bagi para delegasi, pengalaman ini memberikan dampak akademik dan personal. “Secara akademik aku jadi lebih aware dengan research, secara personal mungkin lebih ke self awareness,” ungkap Zaitun.
Sementara, Atikah menyebutkan bahwa pengalaman ini meningkatkan kemampuannya dalam adaptasi. “Melalui kompetisi ini, aku jadi belajar mengenai kesejahteraan manusia dan mungkin sisi adaptable skill,” ungkapnya.
Keduanya berharap mahasiswa USU lain berani mencoba kesempatan di ajang internasional dan yakin dengan kemampuan diri sendiri. “Terus mencoba di kesempatan yang ada dan yakin sama kemampuan kalian,” ujar Atika.
Redaktur: Nurur Rahmah
Leave a comment