Home Kabar Kampus Mahasiswi Sastra Inggris USU Raih Juara 2 Essay Competition ECOMPT 2025
Kabar KampusNews

Mahasiswi Sastra Inggris USU Raih Juara 2 Essay Competition ECOMPT 2025

Share
Sumber: Dokumentasi Pribadi Joice

Repoter: Ines Eliyana Br Ginting

Suara USU, Medan. Mahasiswi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Joice Anita Siburian, berhasil meraih Juara 2 Essay Competition pada ajang ECOMPT 2025 yang diselenggarakan di Universitas Mataram. Prestasi ini menjadi capaian akademik terbaru setelah sebelumnya ia memperoleh Medali Perak pada Pekan Esai Nasional di kampus yang sama.

Joice mengetahui informasi perlombaan dari Ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Sastra Inggris yang merekomendasikan sekaligus mendorongnya untuk berpartisipasi. Ia mengatakan bahwa kompetisi ini menarik karena menggunakan bahasa Inggris dan relevan dengan bidang studinya. “Lomba ini bertaraf internasional dan sejalan dengan jurusan saya, jadi saya merasa ini kesempatan yang harus dicoba,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Joice mengusung esai berjudul “TELB (Tactile English Learning Board): A Technological Innovation to Enhance Inclusive English Learning for Special-Needs Students).” Ia memilih topik itu karena ingin menghadirkan gagasan yang berdampak bagi pendidikan inklusif. “Saya ingin memberikan inovasi yang benar-benar bisa membuka akses pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa berkebutuhan khusus,” katanya.

Joice menambahkan bahwa topik tersebut selaras dengan subtema Communication: The Power of English as a Global Connector. Ia membutuhkan waktu beberapa hari untuk memutuskan fokus inovasi agar berbeda dari peserta lain. “Saya ingin membuat sesuatu yang tidak umum tetapi tetap relevan dengan isu global,” jelasnya.

Dalam persiapannya, Joice menghadapi tantangan berupa jadwal kuliah, kegiatan organisasi, dan tekanan kompetisi. Ia sempat merasa gugup ketika melihat peserta lain berasal dari universitas besar. Namun, ia mengatasinya dengan latihan singkat sebelum presentasi. “Saya hanya berdoa dan menyerahkan rasa cemas itu kepada Tuhan,” tuturnya.

Untuk menjaga orisinalitas gagasan, Joice menekankan bahwa ide harus lahir dari motivasi internal. “Menurut saya, inovasi harus datang dari hati dan keinginan untuk memberi manfaat,” katanya.

Joice menyebut keyakinan dan imannya sebagai sumber kekuatan utama selama proses kompetisi. Ia menilai bahwa penyertaan Tuhan membuatnya mampu melalui seluruh tahapan lomba. Selain itu, pengalaman bertemu peserta dari berbagai daerah menjadi hal yang sangat berkesan. Ia menilai panitia menciptakan suasana kompetisi yang ramah dan inklusif.

Joice berencana terus mengikuti kompetisi serupa pada tingkat nasional maupun internasional. Ia juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba peluang serupa. “Kita tidak akan pernah tahu hasilnya kalau tidak mencoba. Keluar dari zona nyaman adalah langkah awal untuk berkembang,” ujarnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa USU untuk terus mengasah kemampuan dan membawa nama baik Universitas dalam ajang akademik di masa mendatang.

Redaktur: Zahra Zaina Rusty 

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.