SUARA USU
Kabar Kampus

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Program Studi Teknik Lingkungan USU Sukses Adakan Networking Forum

Reporter : Grace Silva Sabatini Situngkir

Suara USU, MEDAN. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Yayasan Aksata Pangan Indonesia, Ikatan Teknik Lingkungan USU (IKA TL USU), dan Persatuan Profesi Insinyur Sumatera Utara (PII SUMUT) sukses mengadakan “Networking Forum”  secara online melalui aplikasi Zoom Meeting (26/2).

Acara talkshow tersebut mengusung tema “Menata Kembali Jejaring Pengelolaan Sampah” dengan narasumber dari berbagai stakeholder yang telah berpengalaman dalam pengelolaan sampah, khususnya di kawasan Kota Medan dan Deli Serdang.

Acara dimulai dengan pemaparan materi oleh narasumber kemudian dilakukan Coffee Break selama 15 menit pada setiap materi. Pada sesi tersebut setiap peserta diberikan kebebasan untuk memilih ruang breakout untuk melakukan diskusi lebih lanjut kepada pemateri.

“Dengan adanya kerja Food Bank, kami membantu untuk menyelamatkan 32 ton surplus makanan yang harusnya berakhir ke tempat sampah, namun berhasil kami selamatkan,” ucap Larasati  dari Aksata Pangan selaku pemateri kedua.

Ia juga memaparkan bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapinya ketika melaksanakan praktik Food Bank. Ia menambahkan bahwa Food Bank dapat menjadi penyelamat dalam mengurangi sampah makanan dan krisis iklim, menjembatani kesenjangan pangan serta menurunkan kerugian ekonomi. Tidak hanya itu, Food Bank juga memiliki banyak tantangan seperti kurangnya pendanaan serta masih menjadi isu yang jarang diperbincangkan, sehingga perlu adanya atensi dari masyarakat dan pemerintah agar pelaksanaan Food Bank dapat berjalan dengan lancar.

Selanjutnya Ichwan menjelaskan asal mula dirinya melakukan budidaya magot dan bagaimana pelaksanaan budidaya tersebut. Ichwan menjelaskan bahwa ia bekerja sama dengan pihak dari Fakultas Pertanian untuk membesarkan budidaya magot dengan cara mengumpulkan sampah dari sekitar kantin. Sementara itu, Yuli selaku pendiri Seabolga mengaku bahwa dirinya membutuhkan mitra yang dapat membantu Seabolga untuk meningkatkan sistem kerja mereka.

Pada sesi Coffee Break and Networking Chat, masing-masing pemateri diberikan break out room untuk membahas lebih dalam mengenai masalah sampah dan lingkungan. Pada sesi tersebut, Larasati menyampaikan bahwa pelaksanaan Food Bank dibuat berdasarkan jenis makanan yang telah digunakan. Hal ini akan lebih efektif dan efisien serta lebih mudah dalam penyaluran bahan pangan kepada target penerima manfaat Food Bank.

Sementara Ramot Siahaan dalam breakout room-nya menyampaikan keterbukaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Deli Serdang terhadap mahasiswa dan akademisi yang ingin melakukan penelitian di kawasan tersebut. Ramot  juga mengharapkan adanya hubungan timbal-balik antara mahasiswa dengan DLH dengan memberikan masukan untuk peningkatan dan pengembangan Dinas Lingkungan Hidup Deli Serdang yang lebih baik.

Pada sesi ketiga, Rusli Tan memberikan materi dan menjelaskan sedikit mengenai awal mula terbentuknya PT. Sumatera Deli Lestari Indah. Ia juga menyampaikan mengenai harapannya agar pihak universitas ataupun instansi lainnya dapat menjalin hubungan yang baik sebagai interaksi yang bersifat positif. Setelah itu, acara diisi oleh Kabid DLH Medan dengan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan yang dilakukan oleh DLH Kota Medan terhadap berbagai instansi. Ia juga mengatakan pengawasan pengelolaan limbah dilakukan setiap bulannya dan akan memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan pengelolaan limbah yang dapat merusak lingkungan sekitar.

Materi terakhir diisi oleh Hafizul Khair. selaku dosen Prodi Teknik Lingkungan. Ia memaparkan beberapa penelitian yang dilakukan berkaitan dengan lingkungan beserta tantangan yang dihadapi dalam melakukan penelitian tersebut.

“ Kami juga ingin berkolaborasi dengan rekan-rekan yang telah menyampaikan materi tadi atau pun rekan-rekan lainnya, mari kita bersama-sama dengan kemampuan kita, dengan networking kita bersinergi berupaya menyelesaikan masalah persampahan di kota Medan.” Tutup Kaprodi Teknik Lingkungan USU Zaid P. Nasution.

 

Redaktur : Agus Nurbillah


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Setelah Satu Tahun Vakum, UKMI Ad-Dakwah Kembali dengan Harapan Baru

redaksi

UKM KMK St Yohannes Don Bosco FISIP USU Kembali Adakan Kolaborasi dengan KMK ITERA

redaksi

Menumbuhkan Hobi dan Bakat Anak- Anak Panti Asuhan untuk Keterampilan Hidup Bersama Mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU

redaksi