SUARA USU
Kuliner

Mengulik Sejarah, Jenis, Hingga Resep Sate Padang

Penulis: Mutiara

Suara USU, Medan. Siapa sih yang tidak mengenal sate Padang? Yaps! kuliner khas dari provinsi Sumatera Barat ini telah tersebar luas dan ramai disukai oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya menggoyang lidah, sate Padang ternyata memiliki sisi unik loh.

Menurut sejarahnya, sate Padang sudah ada sejak zaman peperangan dahulu. Makanan yang biasanya berbahan dasar daging sapi, lidah sapi, dan jantung sapi ini dipercaya berasal dari Padang Panjang, Sumatera Barat. Sate Padang kemudian dibawa oleh beberapa peziarah dan santri yang belajar mengaji ke Pariaman. Pada masa itu, Pariaman merupakan salah satu wilayah yang cukup populer sebagai pusat pendidikan agama Islam di Sumatera Barat. Sejak saat itulah sate Padang terus mengalami perkembangan dan dikenal semakin luas.

Setelah dibawa oleh para peziarah dan santri dari Padang Panjang ke Pariaman, sate Padang pun mengalami penyesuaian dari segi karakteristik rasa dan warna bumbunya. Seperti yang kita ketahui, selain dagingnya yang empuk dan lezat, bagian terpenting lainnya dari sate Padang adalah bumbunya. Rasa dan warna bumbu sate Padang menyesuaikan dengan jenis bumbu yang khas dari daerahnya masing-masing.

Diketahui terdapat tiga jenis sate Padang, diantaranya adalah:
1. Sate Padang Panjang, sajian bumbunya berwarna kekuningan.
2. Sate Pariaman, sajian bumbunya berwarna merah, karena menggunakan campuran cabai yang lebih banyak sehingga rasanya pun menjadi lebih pedas.
3. Sate Padang Kota, sajian bumbunya berwarna kecokelatan, bahkan banyak yang menganggap bumbu ini merupakan perpaduan antara bumbu Padang Panjang dan Pariaman.

Namun, meskipun memiliki rasa dan warna yang berbeda-beda bumbu ketiga jenis sate Padang tersebut berasal dari bahan dasar yang sama, yaitu biasanya terbuat dari rebusan tepung beras yang dicampur dengan beragam rempah-rempah. Rempah-rempah inilah yang menjadi resep rahasia dibalik kenikmatan sajian seporsi sate Padang. Umumnya rempah-rempah yang digunakan terdiri dari cabai merah, serai, jinten, ketumbar, jahe, lengkuas, kunyit, dan lada. Terkadang kacang tanah juga dicampurkan ke dalamnya, tetapi tidak sampai mengubah rasa karena jumlahnya yang tidak banyak.

Sobat Suara USU penasarankah bagaimana cara membuat sate Padang? Berikut merupakan resep pembuatan sate Padang. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
•500 gr daging sapi has (boleh campur jeroan atau lidah sapi)
•Air secukupnya untuk merebus daging
•100 gram tepung beras halus
•8 siung bawang merah
•5 siung bawang putih
•½ sdt merica , jinten , ketumbar dan biji pala
•10 buah cabai merah
•2 buah cabe rawit (sesuai selera)
•1 ruas kunyit dan jahe
Bahan cemplung :
•2 buah kapulaga dan bunga lawang
•5 cm kayu manis
•1 batang sereh
•1 ruas lengkuas
•1 lembar daun kunyit dan daun jeruk
•2 lembar daun salam
•Garam dan penyedap rasa secukupnya
Pelengkap : bawang goreng, lontong, dan kerupuk kulit

Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut:
1. Cuci bersih daging sapi
2. Haluskan semua bumbu. Untuk lengkuas dan sereh dapat digeprek saja.
3. Panaskan wajan, tuangkan minyak goreng, dan tumis bumbu halus. Masukkan lengkuas,
sereh, daun salam, daun jeruk dan daun kunyit lalu tumis hingga harum.
4. Tambahkan air, masukkan daging sapi kemudian masak hingga daging matang sempurna.
5. Setelah daging matang, angkat daging dan iris kecil. Tusuk irisan daging menggunakan tusuk sate atau lidi lalu panggang dan sesekali di oleskan minyak goreng
6. Sementara itu, air rebusan bumbu tadi biarkan tetap mendidih dan tambahkan tepung
beras yang sudah dilarutkan dengan air.
7. Aduk cepat, jangan sampai rebusan menggumpal. Biarkan matang dan mengental.
8. Sate Padang biasanya dihidangkan bersama dengan irisan lontong dan taburan bawang goreng di atasnya.

Wah ternyata pembuatan sate Padang cukup mudah. Apakah sobat Suara USU tertarik untuk mencoba? Resep ini dapat kamu terapkan loh di hari raya Iduladha nanti. Selamat mencoba!

Redaktur: Suranti Pratiwi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Kebab Durian Jon, Cara Baru dan Praktis Makan Durian

redaksi

Beragam Takjil di Sekitar Pintu Empat USU

redaksi

Kala Ramadhan, Ekonomi di Jalan Dr. Mansyur Semakin Makmur!

redaksi