
Oleh: Aliza Asyula Darma
Suara USU, Medan. Akhir-akhir ini Indonesia sedang dilanda berbagai macam polemik, mulai dari eksploitasi sumber daya alam, keputusan petinggi negara yang tidak masuk diakal, hingga pembungkaman suara dari rakyat-rakyat kecil. Di tengah kegaduhan ini, ketakutan masyarakat semakin menjadi, seolah seruan kritik mereka tak lagi didengar oleh para pemegang kekuasaan di negeri ini. Namun, di saat suara rakyat terus dibungkam, di sinilah musik hadir sebagai salah satu bentuk perlawanan yang mewakilkan keresahan dari rakyat.
Lagu “Padi Milik Rakyat” ciptaan band .Feast merupakan salah satu karya musik yang sangat relevan dengan situasi Indonesia sekarang ini. Melalui lirik-liriknya yang penuh sindiran terhadap para petinggi dan juga kebijakan yang menindas rakyat kecil, lagu ini banyak menggambarkan bagaimana hak rakyat atas sumber daya alam yang seharusnya menjadi milik mereka dirampas oleh mereka yang merasa memiliki kekuasaan di negeri ini. Hal tersebut dapat dirasakan melalui penggalan-penggalan liriknya.
Padi milik rakyat
Padi milik rakyat
Siapa berani merampas lumbung padi milik rakyat
Penggalan tersebut merupakan salah satu bagian yang paling mencolok dalam lagu ini, karena .Feast mencoba untuk menyoroti ketimpangan yang dirasakan oleh masyarakat kecil, khususnya para petani yang semakin dieksploitasi oleh para pemangku kepentingan. Lagu ini dengan tegas menggambarkan bagaimana kekayaan negeri ini sering kali jatuh ketangan yang salah, sehingga rakyat kecil semakin tersisihkan.
Selain lirik yang tajam dan penuh sindiran, hal menarik lainnya yang dapat dikulik dalam lagu ini adalah aransemen musiknya yang variatif dan penuh energi. Dengan perpaduan instrumen rock dan ritme yang menghentak, .Feast berhasil membawakan sebuah lagu yang dapat menciptakan atmosfer yang membakar semangat perlawanan. Ketukan drum yang kuat dan agresif, alunan gitar yang berani, serta vokal yang penuh emosi dari sang vokalis band, Baskara Putra semakin mempertegas pesan-pesan sindiran yang ingin disampaikan dalam setiap bait pada lagu ini.
Aransemen yang kuat dan bertenaga ini tidak hanya berfungsi sebagai pendukung lirik lagu yang sarat akan makna, tetapi juga mampu untuk membangkitkan semangat para pendengar agar lebih berani untuk menyuarakan hak-hak serta keadilan yang semakin menipis di negeri ini. Lagu ini menjadi bukti bahwa musik tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat perjuangan bagi mereka-mereka yang ingin menyerukan perlawanan terhadap para petinggi negeri ini.
Respon publik terhadap lagu ini pun cukup besar, hal inii dapat dilihat dari banyaknya pendengar yang merasa terwakili oleh lirik-liriknya. Bahkan beberapa komunitas aktivis dan komunitas sosial menjadikan lagu ini sebagai lagu perjuangan dalam aksi-aksi demonstrasi mereka. Hal ini semakin membuktikan bahwa musik memiliki peran yang penting dalam membangun kesadaran sosial dan memicu perubahan.
Selain menjadi alat perlawanan, lagu ini juga menjadi bentuk dokumentasi sosial terhadap permasalahan yang sedang terjadi di negeri ini. Dengan adanya lagu-lagu seperti ini, generasi mendatang dapat memahami bahwa ada masa ketika suara rakyat harus diperjuangkan dengan keras, termasuk melalui seni dan musik.
Lagu-lagu dari .Feast merupakan sebuah manifestasi dari jeritan-jeritan rakyat kecil yang tak didengar. Dalam setiap baitnya, tersimpan sebuah pesan bahwa rakyat tidak boleh diam ketika hak-haknya diinjak-injak oleh mereka yang berkuasa. Karena pada akhirnya, perlawanan tidak selalu hadir dari mimbar-mimbar megah, tetapi juga bisa lahir dari suara yang menggema dalam lagu-lagu perlawanan.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment