Home Kabar Kampus Mengusung Tema Cowboy, IMSI Anniversary ke-44 Hadirkan Suasana Baru
Kabar Kampus

Mengusung Tema Cowboy, IMSI Anniversary ke-44 Hadirkan Suasana Baru

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Naziratun Nikmah, Widia Ayu Lestari Sembiring

Suara USU, Medan. Ikatan Mahasiswa Sastra Inggris (IMSI) Universitas Sumatera Utara (USU) merayakan IMSI Anniversary ke-44 pada Rabu, 20 November 2025 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Acara mengusung tema Cowboy Country berjudul Realm of the Word Wrangler.

Ketua Panitia IMSI Anniversary 2025, Dylan Aji Pratama, menjelaskan bahwa tema yang dipilih tahun ini menawarkan identitas baru bagi penyelenggaraan tahunan tersebut. “Tema kami untuk tahun ini yaitu Cowboy, Cowboy Country. Kami rasa menjadi elemen yang unik karena sebelumnya tidak pernah ada yang mengusung tema cowboy,” ujarnya. Ia menyebut bahwa tajuk Realm of the Word Wrangler berkaitan dengan karakter mahasiswa Sastra Inggris. “Kami sebagai mahasiswa Sastra Inggris bisa membuat bahasa menjadi sesuatu yang bernilai, menjadi sesuatu yang bermakna melalui karya-karya kami.”

Dalam pelaksanaannya, panitia menyediakan berbagai wadah bagi mahasiswa. “Kami menyediakan wadah bagi mahasiswa-mahasiswa sastra inggris untuk tampil di panggung. Mereka menyalurkan bakatnya agar masyarakat tahu bahwa Sastra Inggris itu kreatif,” ujar Dylan. Ia juga menambahkan adanya kompetisi serta ruang bagi UMKM untuk berjualan.

Terkait persiapan, Dylan menilai tantangan terbesar berasal dari alur komunikasi internal. “Tantangan utama di cara menjalin komunikasi yang baik dan benar. Ada beberapa hal yang seharusnya disampaikan tetapi tidak tersampaikan sehingga terjadi miskomunikasi,” ujarnya. Meski menganggap hal tersebut wajar, ia menegaskan bahwa keadaan itu tetap perlu dievaluasi. Ia mengungkapkan bahwa miskomunikasi itu hal yang wajar dalam sebuah kepemimpinan namun tidak bisa dinormalisasi.

Dylan mengatakan bahwa ia masih mencari solusi untuk mengurangi kesalahan informasi dalam kepanitiaan. “Sampai saat ini aku masih mencari solusi. Aku mencoba meningkatkan bonding dengan kepala divisi, co-kepala divisi, dan koordinator lapangan karena menurutku miskomunikasi terjadi karena kurang bonding,” jelasnya. Ia juga menolak adanya jarak antara ketua dan anggota.

Ia juga menegaskan bahwa IMSI Anniversary tahun ini tidak menetapkan target pengunjung. “Kami tidak ada target secara konkret. Kami lebih ke nilai esensinya. Kami tidak sekadar merayakan ulang tahun tetapi memberikan kebermanfaatan,” katanya. Kebermanfaatan tersebut, menurutnya, hadir melalui ruang tampil bagi mahasiswa dan dukungan bagi UMKM.

Di sisi lain, Ketua Umum IMSI, Muhammad Hidayatullah Sinaga, menjelaskan struktur dan tradisi pembentukan panitia yang berlaku setiap tahun. “Satu angkatan dijadikan panitia. Itu sudah tradisi. Sistemnya antara mengajukan diri atau diajukan kalau tidak ada yang mengajukan diri,” ujarnya.

Ia menjabat sebagai penasihat dalam penyelenggaraan acara. “Abang masuknya sebagai penasihat karena ini program kerja IMSI. Mendekati hari, kami memberikan arahan langsung,” jelasnya. Hidayatullah juga mengungkapkan kekhawatirannya sebelum hari pelaksanaan. Adanya kendala yang agak fatal membuatnya menjadi takut, cemas, khawatir. Namun setelah melihat acara berlangsung, ia menilai hasilnya cukup baik.

Terkait kendala tahunan, ia menyebut bahwa sistem wajib satu angkatan masih menjadi tantangan utama. “Karena diwajibkan, besar kemungkinan panitianya kurang mau terlibat dan kurang paham tentang IMSI Anniversary.” Ia berharap tradisi ini dapat diperbaiki ke depan dan mendapatkan solusi agar ketika satu stambuk dapat menjadi panitia yang benar-benar mampu mengemban amanah.

Menutup penjelasannya, Dylan memberikan harapan terhadap penyelenggaraan berikutnya. “Aku mau mereka merasa dihargai dan dibutuhkan, tidak hanya karena fungsi mereka. Untuk kepanitiaan ke depan aku harap saling merangkul agar prosesnya berjalan sesuai budaya kita.”

Redaktur: Vimelia Hutapea

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.