Home Kabar Kampus Menuju Kampus Zero Waste, USU Resmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu
Kabar Kampus

Menuju Kampus Zero Waste, USU Resmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Share
Sumber: Suara USU

Reporter: Debora Gracia Nauli Siregar dan Angelica Maria

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara (USU) resmi meluncurkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) pada Selasa, 6 Mei 2025. Berlokasi di Jalan Tridarma, Pintu IV Kampus USU Medan, peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., perwakilan Pemerintah Kota Medan, serta sejumlah media.

TPST USU merupakan bagian dari program strategis menuju “Kampus Zero Waste”, yang telah dimulai di empat fakultas (Teknik, Kedokteran, Psikologi, dan Ilmu Sosial dan Politik), Kantor Rektorat, dan kantin kampus. Program ini akan diperluas ke seluruh fakultas dan lingkungan sekitar kampus.

Ketua Tim Riset Penugasan Pengelolaan Sampah USU, Zaid Perdana Nasution, Ph.D., menjelaskan bahwa TPST adalah hasil riset multidisipliner yang melibatkan lebih dari 20 dosen dari lima fakultas. Fokus riset mencakup edukasi perubahan perilaku, sistem pewadahan dan pengangkutan, pencatatan digital, pemilahan, pengelolaan sampah organik-anorganik, teknologi pirolisis dan insinerasi, serta budidaya dan pemanfaatan maggot.

TPST USU dilengkapi fasilitas seperti mesin pencacah, conveyor belt, komposter, biodigester, ruang daur ulang, alat pengayak kompos, oven pengering, serta mesin pelet berbasis maggot. Produk yang dihasilkan meliputi SOP pengelolaan sampah, aplikasi digital, permainan edukasi, serta maggot kering yang berpotensi ekspor.

Berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), TPST menawarkan solusi terdesentralisasi, efisien dari sisi biaya dan ramah lingkungan. Dengan Kebutuhan lahan yang lebih kecil dan pendekatan berbasis komunitas, TPST dinilai lebih cocok diterapkan di wilayah perkotaan.

Pengelolaan sampah dilakukan secara sistematis melalui tiga tahap pewadahan: level 1 (pukul 14.00-15.00), level 2 (pukul 15.00-16.00), dan pengangkutan keesokan harinya (pukul 09.00-12.00). Proses ini dilaksanakan setiap hari kerja, dengan tiga rute utama, TPS–FT–TPS, TPS–FISIP–TPS, serta TPS–FK–FPsi–Rektorat–TPS.

TPST USU memiliki enam area utama yaitu pemilahan dan pemecahan, pirolisis dan insinerator, pengomposan, budidaya maggot, produksi pelet, serta budidaya ternak ikan dan unggas. Limbah yang telah diolah dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk, sehingga mendukung ekonomi pertanian dan peternakan lokal.

TPST ini juga menjadi pusat riset lintas disiplin, tempat magang mahasiswa, lokasi pelaksanaan program (MBKM), serta sarana pelatihan dan pengabdian masyarakat. Ke depannya, TPST USU dirancang sebagai model pengelolaan sampah strategis skala kota dan provinsi.

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, menyatakan bahwa pembangunan TPST telah dirintis sejak 2022 dalam skala mikro. Penggunaan mobil listrik untuk pengangkutan juga telah dirancang sejak 2021, mengingat kondisi jalan kampus yang sempit. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., menyampaikan dukungannya dan menekankan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan semata soal untung rugi.

Meskipun masih dalam tahap awal, USU berkomitmen mengembangkan TPST sebagai pusat inovasi, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Redaktur: Nisya Augia

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.