Home Kabar Kampus Mewujudkan Kampus Hijau Lewat Aksi Nyata dalam PKKMB FMIPA USU 2025
Kabar Kampus

Mewujudkan Kampus Hijau Lewat Aksi Nyata dalam PKKMB FMIPA USU 2025

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Yolanda Febriana Sinaga, Erika Anggraini

Suara USU, Medan. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dengan mengusung semangat pengenalan lingkungan kampus dan aksi peduli lingkungan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Dalam wawancara pada Senin (13/08) bersama Ketua PKKMB FMIPA 2025, Dr. Muhammad Taufik, S.Si., M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu mahasiswa baru memahami perbedaan pola belajar antara sekolah menengah dan perguruan tinggi. “Mahasiswa baru perlu memahami perbedaan cara belajar antara SMA dan perguruan tinggi, agar mereka semangat kuliah dan bisa lulus tepat waktu,” jelasnya. Ia menambahkan, adaptasi awal yang baik akan mempermudah mahasiswa meraih prestasi akademik dan non-akademik, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Ketua PKKMB FMIPA 2025 juga menyatakan, bahwa edukasi dan praktik pengelolaan limbah merupakan salah satu program unggulan pada PKKMB tahun ini. Mahasiswa baru diperkenalkan pada cara memilah sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu. Kegiatan ini tidak hanya disampaikan dalam bentuk materi, tetapi juga diaplikasikan melalui aksi nyata. Selama kegiatan, seluruh mahasiswa baru dibekali peralatan pengelolaan sampah dan diarahkan untuk selalu menjaga kebersihan lokasi kegiatan.

Pada hari pertama, seluruh mahasiswa baru berkesempatan menyaksikan pemutaran video aksi peduli lingkungan. Memasuki hari kedua pada pagi hari, rangkaian kegiatan dimulai dengan aksi peduli lingkungan yang dilakukan di lingkungan fakultas. Area aksi peduli lingkungan ini meliputi halaman, taman, dan area umum lainnya. Di siang hari, sebanyak lima mahasiswa baru bersama dua kakak tingkat dan satu dosen penanggung jawab diberangkatkan sebagai perwakilan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) USU untuk mempelajari langsung proses pengelolaan sampah.

Riska Mariati Putri, mahasiswa baru Program Studi Biologi yang menjadi salah satu peserta kunjungan ke TPST, mengaku mendapatkan wawasan baru. “Saya jadi lebih tahu macam-macam sampah dan bagaimana memisahkannya. Ada tiga jenis yaitu organik, anorganik, dan residu. Sampah yang bisa didaur ulang nanti akan dimanfaatkan kembali,” ujarnya. Riska menilai, pengalaman ini membuatnya lebih sadar bahwa sampah yang terlihat sepele sebenarnya dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Senada dengan Riska, Astrid Dianti dari Program Studi Kimia menuturkan, bahwa kunjungan tersebut membuatnya lebih paham pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Saya baru pertama kali melihat prosesnya langsung. Ternyata sampah bisa diolah jadi pupuk dan bahkan minyak,” ucapnya.

Kedua mahasiswa baru tersebut sepakat bahwa pengelolaan sampah di lingkungan kampus merupakan bagian penting demi menjaga kenyamanan dan keasrian lingkungan belajar. Meski demikian, keduanya mengakui masih ada tantangan besar dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa. “Banyak orang yang belum berinisiatif mengambil sampah yang berserakan. Kita harus mulai dari diri sendiri,” tegas Riska.

Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan peduli lingkungan selama PKKMB ini, Ketua PKKMB FMIPA 2025 berharap, melalui pembiasaan sejak awal kuliah, mahasiswa FMIPA dapat menerapkan pola hidup peduli lingkungan sepanjang masa studi. “Hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya akan membentuk karakter positif yang bermanfaat, baik di kampus maupun di masyarakat,” pungkasnya.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.