Reporter: Alya Nayla Sahirah, Lucy Kezia Simarmata
Suara USU, Medan. Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 dengan konsep penyambutan yang menonjolkan kebudayaan lokal, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pada hari pertama, 230 mahasiswa baru disambut hangat melalui penampilan tari tor tor yang dimulai dari gerbang fakultas hingga halaman utama.
Ketua Panitia PKKMB 2025, Fiqra Al Khoir Simamora, menjelaskan bahwa pemilihan tarian ini selaras dengan tema budaya yang diangkat tahun ini. “Tariannya energik dan relevan sebagai bentuk penyambutan,” ujarnya. “Kami, civitas akademika Fakultas Psikologi, menyambut mahasiswa baru dengan hangat.”
PKKMB yang berlangsung hingga 16 Agustus 2025 ini mengusung tema LEGACIA, akronim dari Delegative, Adaptable, Connected, dan Innovative. Tema ini merupakan kelanjutan dari rangkaian tema PKKMB tahun-tahun sebelumnya, yaitu Survival, Fighter, Glory, dan Victory, yang kini menekankan pentingnya melestarikan akar budaya sebagai warisan bagi generasi berikutnya.
Untuk mewujudkan filosofi tema tersebut, Fakultas Psikologi mengangkat delapan etnis Sumatera Utara sebagai poros utama kegiatan, yang juga tercermin dalam desain maskot resmi PKKMB tahun ini, “Syka”. Nama “Syka” diambil dari kata psycho, sebagai representasi identitas mahasiswa Psikologi. Maskot ini diwujudkan dalam sosok perempuan yang memadukan berbagai elemen budaya: ia mengenakan anting khas Nias dan face painting merah terinspirasi gorga Karo, serta pakaian lengkap dengan ulos dan rok songket. Warna merah (Batak) dan kuning (Melayu) dipadukan dengan warna ungu khas Psikologi pada matanya.
Dalam perkenalannya, Syka digambarkan sebagai simbol semangat, kebersamaan, dan keberagaman budaya yang mendampingi mahasiswa baru sepanjang perjalanan studi mereka. “Syka menjadi simbol semangat, kebersamaan, dan keberagaman budaya yang mendampingi mahasiswa baru setiap langkahnya,” tulis narasi perkenalan maskot yang dipublikasikan PKKMB Fakultas Psikologi 2025.
Selain penyambutan tor tor dan peluncuran maskot, PKKMB Fakultas Psikologi juga menghadirkan agenda unik pada hari ketiga. Setiap kelompok mahasiswa baru menampilkan karya bebas, mulai dari musik, puisi, hingga bakat atau keahlian unik lainnya. Momen ini spesial karena orang tua dapat menyaksikan penampilan anak mereka sekaligus menghadiri penutupan resmi oleh dekanat, sebagai tanda resmi bergabungnya mahasiswa baru ke lingkungan Fakultas Psikologi.
Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat sejak hari pertama. Menurut Fiqra, semangat mereka sudah terasa sejak pembukaan PKKMB tingkat universitas di Stadion Mini USU, ketika yel-yel Fakultas Psikologi terdengar keras dan membakar suasana. Hasil evaluasi awal menunjukkan kepuasan mahasiswa baru terhadap rangkaian kegiatan yang telah berjalan.
Di balik kemeriahannya, pelaksanaan PKKMB tahun ini juga menghadapi tantangan. Fiqra mengungkapkan, persiapan internal berjalan cukup baik meski waktu yang tersedia hanya sekitar satu bulan. Tantangan muncul karena jadwal rundown universitas diumumkan relatif dekat dengan waktu pelaksanaan. “Meskipun ini menjadi tantangan khusus, hal itu tidak menghalangi kami menyusun sistematika kegiatan dengan baik,” jelasnya.
Sebagai penutup, Fiqra berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Ia berpesan, “Jangan takut mencoba; jika tidak mencoba, kita tidak akan tahu apakah diterima atau ditolak.”
Redaktur: Khairani
Leave a comment