
Oleh: Nasywa Putri Adelia
Suara USU, Medan. Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD), saya, Nasywa Putri Adelia (230902039), mahasiswi Universitas Sumatera Utara, telah melaksanakan kegiatan pendampingan bertema “My Creative World Day”. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Penuh Pengharapan, yang berlokasi di Jl. Pembangunan No. 86, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara.
Program ini bertujuan untuk mendorong anak-anak panti dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian melalui aktivitas seni sederhana, khususnya menggunakan media kertas origami. Origami dipilih karena selain murah dan mudah ditemukan, juga efektif dalam mengasah keterampilan motorik, ketelitian, serta memperkenalkan anak pada proses berpikir kreatif dan terstruktur. Melipat kertas menjadi bentuk-bentuk menarik seperti hewan, bunga, atau benda sehari-hari bukan hanya memberikan kesenangan, tetapi juga membangun rasa percaya diri karena anak-anak mampu menciptakan sesuatu dari nol dengan tangan mereka sendiri. Selain itu, aktivitas ini juga melatih kesabaran dan kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap, yang merupakan bekal penting dalam pembentukan karakter dan kemandirian mereka ke depannya.
Anak-anak diajak membuat dua kreasi utama, yakni anyaman dan kipas dari origami. Pada sesi anyaman origami, mereka memotong kertas warna-warni menjadi strip-strip kecil, lalu menyusunnya secara menyilang membentuk pola dasar. Kegiatan ini membutuhkan ketekunan dan kesabaran, sehingga menjadi sarana yang baik untuk melatih fokus dan koordinasi tangan-mata. Mereka juga bebas memilih kombinasi warna yang mereka sukai, yang memperkuat rasa percaya diri dan ekspresi diri masing-masing.
Sedangkan pada sesi membuat kipas origami, anak-anak mengikuti langkah-langkah pelipatan berulang yang melatih ketelitian dan ketangkasan. Setelah selesai, kipas-kipas tersebut menjadi hasil karya yang bisa langsung mereka gunakan atau bawa pulang.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, bekerja sama, bahkan saling membantu satu sama lain dalam menyelesaikan tugas. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga momen yang menyenangkan dan mempererat hubungan sosial antar anak-anak serta antara pendamping dan peserta.
Program My Creative World Day tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek kreativitas, tetapi juga dalam aspek emosional. Anak-anak merasa diperhatikan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya. Hasil karya mereka pun menjadi simbol bahwa dengan sedikit bimbingan dan dukungan, anak-anak bisa menciptakan sesuatu yang membanggakan.
Sebagai mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam proses pendampingan masyarakat, khususnya anak-anak dalam lingkungan panti asuhan. Saya belajar bahwa kegiatan sederhana sekalipun bisa memberikan dampak positif yang besar jika dilakukan dengan empati dan tujuan yang jelas. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi awal dari langkah-langkah kecil menuju pemberdayaan yang berkelanjutan.
Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment