Home Kabar Kampus Natal Ilmu Sejarah 2025 Usung Tema “Terang Kristus Membawa Harapan Baru”
Kabar Kampus

Natal Ilmu Sejarah 2025 Usung Tema “Terang Kristus Membawa Harapan Baru”

Share

Reporter: Ines Eliyana Br Ginting

Suara USU, Medan. Perayaan Natal Ilmu Sejarah 2025 digelar dengan mengusung tema Terang Kristus Membawa Harapan Baru yang diambil dari Yeremia 29:11. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 13 Desember 2025, mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai, bertempat di GKPI Jemaat Parsaoran Nauli, Medan. Perayaan Natal ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, alumni, serta keluarga panitia sebagai wujud kebersamaan dan refleksi iman di tengah dinamika kehidupan akademik.

Ketua Panitia Natal Ilmu Sejarah 2025, Samuel Sembiring, menjelaskan bahwa rangkaian acara dirancang tidak hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai momentum penguatan spiritual dan relasi antar mahasiswa lintas angkatan. Acara diawali dengan ibadah yang meliputi khotbah dan kolekte sebagai pembuka, kemudian dilanjutkan dengan liturgi serta penampilan dari setiap stambuk, termasuk drama yang melibatkan berbagai angkatan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, pengutusan, dan doa berkat. Suasana Natal semakin terasa melalui nyanyian lagu-lagu Natal serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan seluruh peserta. Samuel menyebutkan bahwa puncak acara berlangsung pada malam hari. “Puncak acara ada sekitar pukul delapan sampai sembilan malam. Di situlah liturgi dan penampilan utama ditampilkan. Persiapannya cukup panjang, hampir tiga bulan, supaya hasilnya maksimal,” ujarnya.

Tema Natal tahun ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi dan pergumulan mahasiswa. Samuel menuturkan bahwa tema Terang Kristus Membawa Harapan Baru ingin menegaskan kehadiran Yesus sebagai sumber terang di tengah berbagai tantangan kehidupan. “Banyak mahasiswa yang merasa minder dan membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih berhasil. Tema ini ingin mengingatkan bahwa setiap orang punya harapan dan masa depan,” katanya.

Samuel juga menjelaskan bahwa relevansi tema tersebut juga terasa kuat di tengah berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun situasi sosial yang tidak menentu. Oleh karena itu, Natal ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan iman bagi seluruh peserta.

Dari sisi undangan, perayaan Natal Ilmu Sejarah 2025 melibatkan berbagai elemen. Selain dosen, seperti Dra. Junita Setiana Ginting, M.Si., panitia juga mengundang alumni serta orang tua panitia. “Kami juga membuka ruang bagi teman-teman dari luar Ilmu Sejarah yang ingin hadir,” tutur Samuel.

Perayaan Natal tahun ini turut menghadirkan sejumlah pembaruan, salah satunya penggunaan musik full band yang melibatkan drum, piano, gitar, dan bass, serta empat orang sound leader. Selain itu, susunan acara diubah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini kami mulai langsung dengan ibadah, baru kemudian penampilan. Tujuannya supaya firman Tuhan benar-benar menjadi inti Natal, bukan sekadar selingan,” jelas Samuel.

Melalui perayaan ini, panitia ingin menyampaikan pesan tentang penerimaan, relasi, dan pengharapan. Mahasiswa diajak untuk menerima setiap proses kehidupan, membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, serta menjadi pribadi yang membawa pengaruh positif di lingkungan sekitar. “Harapannya, mahasiswa Ilmu Sejarah bisa menjadi terang bagi teman-teman di sekitarnya,” ujar Samuel.

Sebagai penutup, Samuel berharap semangat Natal tidak berhenti setelah acara selesai. Ia menginginkan ikatan kebersamaan antar mahasiswa, khususnya lintas stambuk, terus terjaga dan semakin kuat. Perayaan Natal Ilmu Sejarah 2025 pun diharapkan menjadi awal yang baik dalam merawat kebersamaan civitas akademika serta memperkuat tradisi keterbukaan dengan melibatkan mahasiswa dari program studi lain.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.