SUARA USU
Sosok

Pak Budi, Penjual Es Krim di Perpus USU yang Semangatnya Tak Pernah Mencair

Oleh : Syahfira Insani Agustin

Suara USU, MEDAN. Untuk para mahasiswa USU yang sering berkunjung ke Perpustakaan Universitas tentunya sudah tidak lagi dengan bapak penjual es krim yang sering terlihat di depan tangga utama perpustakaan USU. Dia adalah Pak Budi, sosok pedagang es krim keliling yang hampir setiap hari menjajakan dagangannya di sekitar perpustakaan USU. Tidak lengkap berkunjung ke perpustakaan jika tidak ada rasa manis dan dingin es krim Pak Budi ini.

Tidak hanya digemari oleh mahasiswa, es krim Pak Budi juga digemari oleh para staff perpustakaan USU. Pak Budi mengatakan bahwa sebelumnya ia menjajakan dagangannya dari desa ke desa, hingga awal 2020 ia memilih perpustakaan USU sebagai lokasi berjualan. Namun, adanya pandemi Covid-19 mengharuskan mahasiswa untuk melakukan perkuliahan secara berani. Hal ini tentunya sangat berdampak bagi para pelaku usaha di sekitar kampus seperti Pak Budi. Tetapi, hebatnya Pak Budi memilih untuk tetap bertahan dan tetap menjual di Perpustakaan USU.

“Untuk pendapatannya mungkin berkurang karna pandemi baru waktu libur kaya begini, tapi kalau di perpustakaan ini masih banyak aja mahasiswa yang datang jadi yang penting jualan aja dan tetap bersyukur aja,” tulisnya.

Pak Budi juga menjelaskan bahwa bertahan bertahan menjual es krim di tengah pandemi apabila mencoba peruntungan lain maka ia mengeluarkan modal yang lebih besar karena harus memulai dari awal lagi. Ia lebih memilih untuk melanjutkan usaha yang telah ditekuninya lama ini berharap agar pandemi segera berlalu dan keadaan dapat pulih seperti sediakala. Tidak lupa ia juga mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang setia membeli dagangannya sehinngga ia dapat bertahan sejauh ini.

“Terima kasih untuk pelanggan (mahasiswa) yang setiap datang ke perpustakaan selalu sempatkan untuk membeli es krim sehingga walaupun ada pandemi ini saya masih bisa menjual,” tutupnya.

Pak Budi adalah sosok inspiratif yang ada di sekitar kita. Ibarat pohon cemara, pak Budi bisa bertahan di segala kondisi dan cuaca. Semangatnya yang tidak pernah mencair dapat menjadi motivasi bagi semua orang agar terus bertahan dan bangkit di tengah kondisi apapun.

Redaktur : Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bikram Yash Bhullar: Kemampuan Public Speaking yang Menghantarkan Kesuksesan

redaksi

Titan Sadewo: Sastrawan Muda dari Sumatera Utara

redaksi

Habib Ja’far, Ustadz Milenial Pemersatu Umat

redaksi