
Oleh: Audrey Permana
Suara USU, Medan. Pendekatan Community Organization and Community Development (COCD) merupakan salah satu metode intervensi penting dalam pekerjaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan komunitas melalui partisipasi aktif dan pengembangan potensi lokal. Dalam konteks pendidikan pekerjaan sosial, penerapan COCD menjadi landasan utama dalam kegiatan praktik lapangan mahasiswa, yang bertujuan untuk memperkuat keberfungsian sosial masyarakat melalui intervensi yang terencana, sistematis, dan kontekstual sesuai kebutuhan komunitas.
Sebagai bagian dari program ini, Audrey Permana, mahasiswa Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara, melakukan kegiatan pendampingan di Panti Asuhan Penuh Pengharapan, yang beralamat di Jl. Pembangunan No.86, Beringin, Kec. Medan Selayang, Kota Medan. Kegiatan ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan anak-anak yang tinggal di panti, terutama dalam aspek kebersihan dan pola hidup sehat yang kerap kali kurang mendapat perhatian secara maksimal.
Kegiatan pendampingan ini mengusung tema Healthy Habits Day, dengan fokus utama pada pembinaan kebiasaan hidup sehat bagi anak-anak panti. Pendampingan ini mencakup edukasi mengenai cara mencuci tangan yang benar menggunakan langkah-langkah yang sesuai dengan standar kesehatan, serta pengenalan terhadap jenis-jenis makanan sehat dan tidak sehat. Edukasi ini diberikan dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami, agar anak-anak dapat lebih mudah menyerap informasi yang diberikan.
Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga diperkaya dengan berbagai permainan interaktif yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan. Permainan edukatif tersebut sekaligus menciptakan suasana yang ceria, sehingga anak-anak merasa senang dan termotivasi untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya intervensi semacam ini sangat terasa, mengingat anak-anak panti asuhan sering kali memiliki keterbatasan dalam mendapatkan dukungan optimal, baik dari aspek emosional, sosial, maupun edukasi kesehatan. Melalui pendampingan ini, diharapkan mereka memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat berguna untuk meningkatkan kualitas hidup secara mandiri, serta membentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata dari pendekatan pekerjaan sosial yang mengutamakan pemberdayaan dan pembangunan keberfungsian sosial. Dalam konteks lingkungan panti, intervensi seperti ini menjadi sangat penting untuk mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, mendukung, dan memberdayakan anak-anak untuk tumbuh secara optimal, baik secara fisik maupun psikososial.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang turut membangun hubungan emosional dan sosial yang positif dengan anak-anak panti. Proses interaksi yang hangat dan penuh empati menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta memotivasi anak-anak untuk lebih terbuka dan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ini sekaligus menjadi bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, di mana teori yang diperoleh di ruang kelas dapat diterapkan langsung dalam dinamika kehidupan komunitas yang nyata.
Ke depan, pendekatan COCD diharapkan terus dikembangkan dan diperkuat dalam kurikulum pendidikan pekerjaan sosial, agar mahasiswa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan pemetaan masalah komunitas, menyusun rencana intervensi yang partisipatif, serta mengevaluasi dampak dari program yang dilaksanakan. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan terbentuk generasi pekerja sosial yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat yang beragam.
Artikel ini merupakan publikasi tugas Mata Kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (COCD) dengan Dosen Pengampu Dr. Agus Suriadi, S.Sos., M.Si.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment