SUARA USU
Entertaiment Featured Kabar SUMUT Opini

Pengaruh Perkembangan Globalisasi Terhadap Implementasi Nilai – Nilai Pancasila

Suara USU, MEDAN. Globalisasi adalah proses integrasi dunia internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

Pada tahun 2000,Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikasi empat aspek dasar globalisasi:

a)perdagangan dan transaksi,

b) pergerakan modal dan investasi,

c) migrasi dan perpindahan manusia, dan

d) pembebasan ilmu pengetahuan.

Roland Robertson, dosen sosiologi Universitas Aberdeen, salah satu penulis pertama di bidang globalisasi, mendefinisikan globalisasi pada tahun 1992 sebagai pemadatan dunia dan pemerkayaan kesadaran dunia secara keseluruhan.

Sedangkan Sosiolog Martin Albrow dan Elizabeth King mendefinisikan globalisasi sebagai semua proses yang menyatukan penduduk dunia menjadi satu masyarakat dunia yang tunggal. Bisa ditarik pemahaman bahwa yang dimaksud globalisasi dapat diartikan sebagai intensifikasi hubungan sosial dunia yang menghubungkan tempat-tempat jauh sehingga peristiwa di suatu tempat dapat dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di tempat lain yang berjarak sekian kilometer jauhnya dan sebaliknya.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Globalisasi:

  1. Adanya kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi membuat mudah terlaksananya transaksi ekonomi ekonomi antarnegara.
  2. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi transportasi sehingga memudahkan transfer barang dan jasa antarnegara.
  3. Adanya kemajuan kerja sama ekonomi internasional yang semakin erat sehingga memudahkan terjadinya kesepakatan-kesepakatan antarnegara.

Dampak Globalisasi

Hubungan masyarakat dunia dalam era globalisasi di berbagai sektor tentu berdampak positif maupun negatif, dampak tersebut bisa kita klasifikasi sebagai berikut:

a).Dampak positif:

  1. Dari proses globalisasi akan memberikan kemudahan untuk memperoleh informasi baik itu berkenaan dengan ilmu pengetahuan, sosial, maupun informasi lain yang bersifat positif.
  2. Komunikasi semakin mudah.
  3. Memicu berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi secara pesat. Dengan eraglobalisasi sekarang ini banyak antar negara melakukan kerjasama dibidang iptek danselain itu juga melakukan kerjasama antar pelajar dari berbagai Negara
  4. Melalui kerjasama investasi antar negara akan berdampak pada perekonomian masing- masing negara dan tentunya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain contoh-contoh dampak positif globalisasi diatas tentunya masih banyak sisi positif yang dapat diambil dari globalisasi namun di sisi lain globalisasi juga memiliki pengaruh yang tidak baik terutama bagi suatu bangsa yang rakyatnya tidak siap atau salah dalam menyikapi globalisasi itu sendiri.

b). Dampak Negatif Globalisasi

  1. Dengan kemudahan akses informasi menjadikan tidak terkendalinya informasi itu sendirikarena tidak semua informasi memiliki nilai positif dan jika informasi yang masukmemiliki sisi negatif tanpa adanya filter maka itulah salah satu contoh sisi negatif dariglobalisasi.
  2. Kehilangan jati diri Dengan pertukaran informasi yang mudah dan cepat melauiberbagai media acapkali masyarakat suatu bangsa lupa akan kebudayaannya sendirikarena menganggap kebudayaan luar memiliki nilai lebih padahal tidak semua budayaluar selaras dengan budaya bangsa itu sendiri.
  3. Dengan berkembangnya teknologi, makin hari manusia semakin dimanja dengan fasilitas yang serba instan sehingga memunculkan sikap individualis.
  4. Terbentuknya pola hidup konsumtif. Banyak kita temukan prilaku seseorang yangmembeli sesuatu bukan karena kebutuhan akan tetapi karena alasan lain misalnya karenafaktor trend, prestisius dan lain-lain.

Disfungsionalitas Pancasila

Posisi pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia di era globalisasi sangat rawan terhadap pengaruh-pengaruh dari luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal. Implikasi tersebut diantaranya adalah; secara formal, Pancasila tetap diakui oleh seluruh bangsa Indonesia sebagai ideologi. Namun di tataran aplikatif, perilaku masyarakat banyak yang mengalami pergeserannilai. Secara tidak langsung pergeseran nilai tersebut membuat masyarakat perlahan-lahan melupakan Pancasila.

Contoh konkret penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai Pancasila di era reformasi danketerbukaan di Indonesia sekarang ini ialah gesekan-gesekan antar sesama warga Negara yang dilatarbelakangi oleh SARA.

Selain itu berkembangnya ideologi-ideologi/paham-paham radikal dewasa ini yang mencoba menodai nilai-nilai heterogenitas dan pluralitas yang telah mengakardalam kehidupan rakyat Indonesia. Contohnya adalah paham yang eksklusifisme yang dianutoleh Front Pembela Islam yang sangat jelas bertentangan dengan asa ke-bineka- an (heterogenitas) yang menjadi subtansi eksistensi Pancasila.

Landasan Teori

Pancasila merupakan ideologi dan dasar berdirinya bangsa Indonesia. Seperti yangdikemukakan Hans Kelsen didalam buku General Theory of Law and State sebagai normaawal dalam berdirinya suatu Negara (Grundnorm/Fundamentalnorm ) dan bersifat konsensus.

Sedangkan ideologi secara umum dapat diartikan sebagai gagasan-gagasan/ide-ide,keyakinan- keyakinan, kepercayaan-kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yangmenyangkut dan mengatur tingkah laku sekelompok manusia tertentu dalam berbagai bidang. Ideologi kadang diartikan sebagai sebuah cita-tcita yang bersifat tetap dan harus dicapaidalam berbangsa.

Selain itu ideology bisa diartikan sebagai dasar, pandangan ataupun paham. Menurut Dr. Alfian, ideologi adalah suatu pandangan atau system nilai yang menyeluruh dan mendalam tentarng bagaimana yang sebaiknya, yaitu yang secara moraldianggap benar dan adil, mengatur tingkah laku bersama dlam kehidupan.

Pancasila adalah pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bertindak dan bersikap dalam pergaulan sehari-hari didalam berbangsa ataupundalam pergaulan internasional di era globalisasi.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran dari normayang ada dan hidup di masyarakat Indonesia itu sendiri, baik norma hukum, norma moralmaupun norma kenegaraan lainya.

Dalam filsafat pancasila terkandung didalamnya suatupemikiran pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif (menyeluruh) dan sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai.Kata Panca merupakan bahasa sansekerta yang berarti lima, sedangkan sila bisa diartikan sebagai aturan, adab, cara, kelakuan, perbuatan atau moral yang melatarbelakangi perilakuseseorang atau bangsa.Pancasila sendiri merupakan ideologiterbuka, ini tersirat dengan eksistensi Pancasila yang mengakomodir kebebasan dan tanggung jawab masyarakat.

Hal ini terefleksi didalamperumusan pasal dua. Pancasila tidak bersifat langsung operasional, tetapi berupa nilai- nilai dasar yang butuh interpretasi agar selalu relevan, dinamis dan actual.Menurut Franz Magnis Suseno, suatu ideology bisa diklasifikasikan sebagai ideologiterbuka jika memenuhi syarat;

a). nilai-nilai dan cita-citanya bersumber dari kekayaan budayamasyarakat sendiri,

b). Nilai itu bukan dari keyakinan sekelompok orang melainkan consensusbersama,

c). Materinya tak bersifat langsung operasional.

Sikap Pancasila terhadap Pancasila:

Pancasila merupakan sistem nilai yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.Nilai-nilai tersebut telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka,Nilai-nilai Pancasila juga merupakan suatu pandangan hidup bangsa Indonesia.Pancasila juga merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber pada kepribadian bangsa. Nilai-nilai Pancasila ini menjadi landasan dasar, sertamotivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kenegaraan.Dalam kehidupan kenegaraan, perwujudan nilai agar menjadi penuntun seluruh masyarakat.

Dalam mengarungi globalisasi, Penghayatan Pancasila sangat penting karena Pancasilamerupakan filter bagi penetrasi budaya asing yang masuk melalui berbagai aspek, terutamaaspek informasi dan tekhnologi yang masif karena tak sesuai dengan kesadaran kulutural Indonesia.

Contoh kecil adalah budaya Hedonis yang tervisual dalam media-media entertainment yang tak sadar telah merubah bangsa Indonesia yang memiliki kesadaran moral yanggenuine berubah menjadi masyarakat yang hedonis. Hal seperti ini merupakan salah satufaktor yang penyebab tingginya korupsi dan terkorporasinya segala bidang aspek kehidupan,tak terkecuali dunia pendidikan.

Tim Penulis:

  1. Febri Fadila (210801077)
  2. Jihan Farhana (210805071)
  3. Indria Nazlah Hidayati (210200289)
  4. Irena Anyndra (210902055)
  5. Ferdianto Sihotang (210802019)

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Abelii Fest, Berbagi Cerita Tentang Konservasi Orangutan

redaksi

Perkuat Komitmen, Aliansi Pers Mahasiswa Sumut Adakan Penandatanganan Komitmen Bersama

redaksi

Bangkit dari Masa Lalu lewat Lagu “Satu-Satu” oleh Idgitaf

redaksi